Perang Turki vs IDF di Media Sosial: Bukan Cuma Soal Tank
Semuanya berawal dari sebuah unggahan sederhana. Pagi itu, 26 Desember 2025, akun resmi Kementerian Pertahanan Nasional Turki (MSB) memposting foto sebuah tank. Slogannya jelas dan penuh kepercayaan diri: "Kuat, berani, tak kenal takut!" Sebuah pesan yang biasa, mungkin, dari sebuah institusi militer.
Namun begitu, yang terjadi selanjutnya menarik perhatian banyak orang. Enam jam berselang, akun Angkatan Pertahanan Israel (IDF) memposting gambar dengan format yang nyaris sama. Tank serupa, tapi dengan kata-kata yang berbeda. Sebuah respons yang terasa seperti sebuah tantangan diam-diam di ruang digital.
Nah, di sinilah ceritanya menjadi lebih berwarna. Alih-alih membalas dengan gambar senjata yang lebih besar atau pernyataan yang lebih keras, MSB justru mengambil jalan yang sama sekali berbeda.
Mereka membagikan foto bertajuk "Foto Hari Ini". Gambarnya menunjukkan prajurit Turki di Suriah sedang asyik bermain tarik tambang dengan sekelompok anak-anak Suriah. Suasana riang, jauh dari kesan perang.
Keterangannya pun menusuk: "Kekuatan bukanlah pada senjata. Kekuatan sebenarnya adalah kepercayaan yang diberikan orang-orang tak berdosa kepada Anda."
Unggahan itu langsung meledak. Ribuan like dan share berdatangan. Banyak netizen yang membaca pesan di baliknya sebagai sebuah sindiran halus, bahkan teguran, terhadap operasi militer Israel di Gaza. Sebuah kontras yang sengaja ditampilkan: kekuatan manusiawi versus kekuatan senjata.
Media-media Turki pun ramai memberitakannya. Mereka menyebutnya sebagai "tamparan" atau "jawaban yang penuh makna". Memang, jika dilihat dari urutan kejadian, respons Turki ini terasa seperti sebuah pelajaran diplomasi media sosial. Mereka tidak terjebak dalam perlombaan pamer otot, tapi mengalihkan percakapan ke ranah moral dan kemanusiaan.
Perang naratif di timeline ini menunjukkan satu hal: di era sekarang, pertarungan persepsi seringkali sama pentingnya dengan pertempuran di medan sebenarnya. Dan kali ini, dengan sebuah foto tarik tambang, Turki berhasil memenangkan banyak simpati.
IDF sendiri, hingga berita ini ditulis, belum memberikan tanggapan lanjutan. Mungkin mereka sedang memikirkan, bagaimana cara membalas sebuah pesan yang bukan tentang siapa yang lebih kuat, tapi tentang siapa yang lebih dipercaya.
Artikel Terkait
Budayawan Sobary Bela Roy Suryo Cs di Polda: Mereka Jalankan Peran Intelektual
Sekretaris DPD II Golkar Soppeng Yahya Daud Meninggal Dunia
Bupati Bone Resmikan Rumah Brigade Pangan di Pesta Panen Dusun Tuan Lewo
Mantan Menag Yaqut Beri Klarifikasi ke BPK Soal Dugaan Kerugian Negara dari Kuota Haji