Nuansa pertemuan itu sendiri digambarkan cukup hangat dan penuh keakraban. Tak banyak pidato atau agenda formal. Mereka justru mengisi waktu dengan selawatan bareng, berdoa, dan tentu saja, makan bersama. Yang menarik, Kiai Miftach, Gus Yahya, dan Gus Ipul terlihat duduk berdampingan, bahkan menyantap hidangan dari satu nampan yang sama.
tutur Gus Yahya menggambarkan suasana.
Pertemuan yang berlangsung Minggu (28/12) itu dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Selain Gus Yahya dan Gus Ipul, tampak juga Ahmad Fahrur Rozi, M. Nuh, serta Ulil Abshar Abdalla. Kehadiran mereka seolah menjadi penanda soliditas yang kembali terjalin. Di sisi lain, momen makan dari satu nampan tadi barangkali bukan sekadar simbol, melainkan pengingat akan fondasi persaudaraan yang harus terus dijaga.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram Setelah Dua Pekan Turun