Memang, Shin Bet masih punya beberapa kontak. Tapi informasinya dangkal, level rendahan. Hampir tidak ada yang bisa memberikan gambaran utuh atau peringatan berarti sebelum tragedi Oktober lalu terjadi.
Skala sebenarnya dari kegagalan ini baru terlihat belakangan. Pasca serangan, baru semua pihak tersadar.
“Baru setelah 7 Oktober menjadi jelas bahwa Hamas adalah musuh terberat di Timur Tengah,” tulis laporan itu lagi.
Akibatnya, citra Israel sebagai negara dengan intelijen kuat pun tercoreng. Banyak pejabat senior kini menyebut peristiwa itu sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah intelijen dan militer mereka. Pengakuan ini tentu saja menambah tekanan untuk investigasi internal yang sudah berjalan. Pertanyaannya sekarang: bagaimana bisa mereka salah membaca ancaman sedekat itu, dan gagal mencegah serangan yang akan dikenang dalam sejarah peperangan ini?
Artikel Terkait
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Cuaca Ekstrem di Awal Masuk Sekolah
Komisi III DPR Kritik Penanganan Kasus Korupsi Videografer Rp30 Juta
Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Mengingatkan Tradisi Penyamaran Soekarno