Intelijen Israel Gagal Total Tanamkan Agen di Jajaran Hamas

- Minggu, 28 Desember 2025 | 05:20 WIB
Intelijen Israel Gagal Total Tanamkan Agen di Jajaran Hamas

Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari badan intelijen Israel. Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, mereka ternyata gagal total merekrut satu pun agen di dalam lingkaran dalam Hamas. Kesenjangan intelijen yang sudah berlangsung lama ini, disebut-sebut jadi salah satu penyebab utama lemahnya peringatan dini sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Laporan itu mengungkapkan, tiga pilar intelijen Israel Shin Bet, Unit 504 militer, dan Mossad ternyata kosong tangan. Selama hampir dua dekade, mereka tak punya sumber daya manusia yang benar-benar menyusup ke jajaran pimpinan tertinggi Hamas.

“Sejak penarikan dari Gaza, tidak ada agen penting yang berhasil ditanam di dalam kepemimpinan Hamas,” ujar seorang pejabat keamanan seperti dikutip koran tersebut.

Kalimat itu menggambarkan sebuah kegagalan yang sistematis dan berlarut-larut. Israel menarik diri dari Gaza tahun 2005, namun jaringan intelijen mereka di sana tak kunjung pulih. Malah, makin lama makin tumpul.

Memang, Shin Bet masih punya beberapa kontak. Tapi informasinya dangkal, level rendahan. Hampir tidak ada yang bisa memberikan gambaran utuh atau peringatan berarti sebelum tragedi Oktober lalu terjadi.

Skala sebenarnya dari kegagalan ini baru terlihat belakangan. Pasca serangan, baru semua pihak tersadar.

“Baru setelah 7 Oktober menjadi jelas bahwa Hamas adalah musuh terberat di Timur Tengah,” tulis laporan itu lagi.

Akibatnya, citra Israel sebagai negara dengan intelijen kuat pun tercoreng. Banyak pejabat senior kini menyebut peristiwa itu sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah intelijen dan militer mereka. Pengakuan ini tentu saja menambah tekanan untuk investigasi internal yang sudah berjalan. Pertanyaannya sekarang: bagaimana bisa mereka salah membaca ancaman sedekat itu, dan gagal mencegah serangan yang akan dikenang dalam sejarah peperangan ini?

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar