Libur Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen yang ditunggu. Bukan cuma untuk istirahat, tapi juga untuk keluar, menikmati waktu bersama keluarga. Destinasi klasik seperti Monas, Ancol, Ragunan, atau Bandung Zoo pun kembali ramai diserbu warga. Suasananya riuh, penuh tawa, dan tentu saja, peluang.
Di Ancol sore itu, angin laut bertiup cukup kencang. Tapi itu tak menyurutkan niat pengunjung untuk antre naik perahu. Dari anak-anak sampai orang dewasa, semua terlihat menikmati. Mereka meliuk di atas gelombang, berkeliling melihat pantai dari laut, wajah-wajah cerah meski kadang diterpa percikan air.
Alvin, petugas yang bertugas di dermaga Pelabuhan Ratu, terlihat sibuk mengatur penumpang. Dengan lancar ia menjelaskan rute yang akan ditempuh.
“Kita mulai dari Pantai Symphony of The Sea, pantai di pelabuhan, pantai pasir putih, kemudian kembali ke titik awal. Kelilingnya 15 sampai 20 menit. Jaraknya kurang lebih 2 km,” ujar Alvin.
Ramainya kawasan ini tentu jadi perhatian aparat. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, turun langsung meninjau pengamanan pada Sabtu siang. Menurutnya, situasi masih sangat terkendali.
“Saat ini ada 34 ribu pengunjung yang mungkin semakin sore akan bertambah. Tadi saya sudah survei lalu lintas, maupun situasi dalam Ancol. Alhamdulillah sampai sekarang, situasi masih aman terkendali, aman, dan kondusif,” kata Asep usai meninjau lokasi.
Ia bahkan menyempatkan bagi-bagi cokelat dan susu untuk anak-anak. “Makasih ya, Pak,” sahut beberapa bocah riang. Tak lupa, kartu uang elektronik juga dibagikan kepada para orang tua. Sebelum ke Ancol, Asep juga sempat mampir ke Kebun Binatang Ragunan, berfoto dengan pengunjung cilik yang bercita-cita jadi jenderal.
Di sisi lain, keramaian ini adalah napas bagi banyak orang. Seperti Agung, pemuda 18 tahun yang terlihat sibuk di sekitar Monas. Di tangannya, seikat balon gelembung berwarna-warni menari diterpa angin. Ia tahu, long weekend seperti ini adalah saatnya ‘berburu’ rezeki.
“Ya kesibukan saya jualan balon di sini,” katanya singkat. Pendapatannya bisa melonjak hingga ratusan ribu rupiah di hari libur, jauh berbeda dibanding hari biasa. Dulu ia jualan telur gulung, sekarang beralih ke balon. Alasannya sederhana: lebih disukai anak-anak yang datang ke Monas.
Sementara itu, di Bandung, suasana tak kalah semarak. Bandung Zoo yang baru dibuka lagi sejak 25 Desember kemarin, langsung disesaki pengunjung. Yang menarik, sistem masuknya kini dengan donasi seikhlasnya. Bisa uang, bisa juga sayuran untuk pakan hewan.
Di gerbang masuk, terpampang gerobak penuh dengan kantong kresek berisi aneka sayuran. Wortel, kangkung, timun, sampai buah-buahan seperti pepaya dan pisang.
“Bawa kangkung tadi sama wortel,” ujar Cici, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya. Baginya, ini cara sederhana untuk berbagi sekaligus memastikan satwa-satwa di sana tetap terberi makan.
Menurut pengelola, respons masyarakat sangat positif. Ratusan pengunjung sudah memadati kebun binatang sejak dibuka. Mereka berharap, dukungan seperti ini bisa terus mengalir untuk keberlangsungan operasional tempat wisata tersebut. Liburan berjalan, ekonomi bergerak, dan suasana ceria pun tetap terjaga.
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Reformasi Kultural sebagai Inti Perubahan di Tubuh Polri
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid
Istri Tersangka Korupsi Bupati Bekasi Diperiksa KPK
Batalyon Arhanud 21 Pasgat Jadi Perisai Terakhir Objek Vital TNI AU