Angka korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali mengalami perubahan. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan penjelasan terkininya lewat siaran langsung di kanal YouTube BNPB pada Sabtu (27/12). Kabarnya, jumlah korban jiwa yang meninggal dunia telah bertambah.
“Ada kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138. Doa dan simpati mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban,” ujar Abdul.
Suasana duka masih sangat terasa. Di sisi lain, pencarian untuk mereka yang hilang terus berjalan meski penuh tantangan. Abdul menyebutkan, hingga saat ini masih ada 163 orang yang dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan tak henti berupaya, meski harapannya mulai menipis.
“Kemudian untuk korban hilang ini masih tercatat 163 jiwa, ini ada di kami sampaikan pencarian masih terus dilakukan tetapi dari tim SAR gabungan sudah menyampaikan untuk kemungkinan masih adanya jasad di lokasi-lokasi pemukiman, titik pusat aktivitas warga itu sudah sangat kecil,” ucapnya.
Selain itu, persoalan pengungsian masih jadi pekerjaan rumah yang besar. Jumlahnya tidak sedikit. Menurut Abdul, ratusan ribu orang masih terpaksa tinggal jauh dari rumah mereka.
“Sementara itu masih ada 449.846 jiwa saudara-saudara kita yang masih mengungsi. Ini juga terbagi dua ada yang mengungsi di titik-titik pengungsian, di tenda-tenda sementara maupun ada yang mengungsi secara mandiri di rumah keluarga, saudara, maupun kerabat,” tandasnya.
Itu artinya, hampir 400 ribu lebih jiwa tepatnya mendekati 450 ribu masih harus bertahan di tempat-tempat pengungsian atau menumpang di rumah sanak saudara. Situasinya benar-benar memprihatinkan dan butuh perhatian berkelanjutan.
Artikel Terkait
Monumen Cinta Habibie-Ainun Jadi Ikon dan Ruang Publik di Parepare
Langkosek, Camilan Tradisional Makassar, Bertahan di Tengah Gempuran Kudapan Modern
Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Olah Sampah Skala Mikro
Dua Pilot Tewas Ditembak KKB Usai Pesawat Mendarat di Bandara Korowai