tegasnya lagi.
Sejarah, menurutnya, sudah memberikan pelajaran yang mahal. Pendekatan pembangunan dengan membabat hutan secara masif hampir selalu berakhir sama: bencana ekologi, konflik lahan yang tak kunjung usai, dan keretakan sosial yang dalam. Pola itu sudah terbukti gagal.
Karena itu, dia mendesak pemerintah untuk menghentikan rencana ini. Tidak ada jalan lain selain membuka dialog yang benar-benar melibatkan masyarakat adat setempat, para pegiat lingkungan, dan tentu saja publik. Soal ketahanan pangan dan energi memang penting, tapi tidak boleh dibangun di atas penderitaan manusia dan kehancuran alam.
Peringatannya terakhir terdengar seperti sebuah ramalan suram.
pungkas Gus Murtadho. Suara yang mengingatkan kita semua tentang harga sebuah pembangunan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak
17 Warga Gugat Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Putri Wakil DPRD Sulsel Kelola 41 Dapur Makanan Gratis Senilai Rp61,5 Miliar
Idrus Marham Kritik Komunikasi Pemerintah, Juru Bicara dan Menteri Dinilai Belum Maksimal