Kisah itu disampaikan oleh Kadispenau, Marsma I Nyoman Suadnyana, Kamis kemarin. Menurutnya, gesture sederhana itu punya dampak yang luar biasa bagi para personel.
Bayangkan saja, jadwal mereka padat, cuaca juga sering tak menentu. Di tengah kelelahan itu, hadiah berupa durian itu terasa istimewa. Bukan soal nilainya, tapi tentang apresiasi yang tulus.
“Bagi para awak, di tengah jadwal yang padat dan cuaca yang tak selalu bersahabat, hadiah kecil itu terasa seperti ‘energi tambahan’, tanda bahwa kerja keras disambut dengan kepedulian,” tegas Suadnyana.
Helikopter pun akhirnya pergi. Namun, kepergiannya diiringi lambaian tangan dan senyum lebar dari warga. Mereka berdiri di antara kardus-kardus bantuan, sambil terus memandang ke langit, seolah mengucapkan terima kasih yang tak putus-putusnya.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS