Festival Ramadan DPP Golkar Dihadiri Istri Menteri, Libatkan 284 Santri

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:30 WIB
Festival Ramadan DPP Golkar Dihadiri Istri Menteri, Libatkan 284 Santri

Suasana Masjid Syajarotun Thoyyibah di kompleks DPP Partai Golkar, Jakarta, tampak berbeda akhir pekan lalu. Bukan hanya untuk salat, tapi riuh rendah suara anak-anak mengisi kegiatan Festival Ramadan. Acara yang digelar partai berlambang pohon beringin itu diikuti oleh 284 santri dan santriwati dari sekitar lokasi.

Hadir dalam kesempatan itu, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, istri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Juga tampak istri Sekjen Golkar Sarmuji, dan Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian, didampingi sejumlah pengurus Ibu-ibu IIFPG.

Dalam sambutannya, Sri Suparni menyampaikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, Pesantren Ramadan ini adalah bukti nyata bahwa masjid harus punya peran lebih luas.

"Saya menyambut baik kegiatan Pesantren Ramadan ini yang diikuti 284 anak-anak dari lingkungan sekitar Masjid DPP Golkar," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

"Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial. Saya berharap program seperti ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di masjid-masjid Golkar di seluruh Indonesia."

Ia menegaskan, masjid-masjid Golkar idealnya jadi pusat peradaban. Ruang untuk membina umat sekaligus mendidik karakter, berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan. Di era digital seperti sekarang, kata dia, kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat literasi keagamaan anak muda yang kerap kebingungan menghadapi banjir informasi.

Tak cuma memberi motivasi, Sri Suparni juga menyerahkan santunan. Bantuan itu diberikan kepada seluruh santri plus tujuh belas tenaga pengajar yang terlibat. Para pengajarnya sendiri berasal dari beragam latar belakang, sebut saja PTIQ Jakarta, Daarul Qur'an, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sampai Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Di sisi lain, Hetifah Sjaifudian punya pandangan sendiri. Anggota DPR itu menilai kegiatan semacam ini relevan banget dengan upaya membangun SDM unggul.

"Pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas akademik," ungkap Hetifah.

Ia menambahkan, Pesantren Ramadan adalah ruang pembelajaran integratif. Tempat yang memadukan nilai agama, rasa kebangsaan, dan kecakapan bersosialisasi. Keterlibatan mahasiswa dari kampus Islam dan umum sebagai pengajar, menurutnya, adalah sinergi yang patut diapresiasi.

Festival Ramadan itu akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama. Suasana hangat dan kekeluargaan jelas terasa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa jadi agenda tahunan. Sekaligus mengukuhkan peran Masjid Syajarotun Thoyyibah bukan cuma sebagai tempat ibadah, tapi juga jantung dakwah dan pemberdayaan umat di lingkungan partai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar