✍🏻Asep Hilaludin
Angka-angka itu sungguh mengejutkan. Rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik untuk tiga mata pelajaran wajib SMA terpampang jelas, dan menurut saya, ini adalah bukti nyata bahwa ada yang keliru dalam cara kita mendidik anak-anak bangsa. Metodenya, atau mungkin kualitasnya sendiri, tampaknya perlu dikoreksi total.
Lalu, apa jadinya nanti? Tahun 2045, yang sering digaungkan sebagai era bonus demografi, justru berpotensi berbalik arah. Bisa jadi itu malah menjadi bencana. Bayangkan saja: jumlah penduduk yang tidak terdidik membengkak, dan konsekuensinya jelas. Kemiskinan akan merajalela, diikuti oleh sederet masalah sosial lain yang siap menggerogoti sendi-sendi bangsa.
"
Data resmi dari Kemendikdasmen, yang dirilis pada 23 Desember 2025, memang memberikan gambaran suram. Nilai rerata TKA untuk Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia berada di level yang memprihatinkan.
Yang paling menyedihkan adalah Matematika. Skornya hanya berkisar di angka 36 dari 100. Sungguh sebuah angka yang jauh dari kata cukup.
Dengan kondisi seperti ini, mimpi tentang Indonesia Emas 2045 terasa semakin jauh. Bukan emas yang kita dapat, melainkan kecemasan yang kian mendalam. Bisa dibilang, ini bukan lagi persiapan menuju Indonesia Emas, tapi lebih tepat disebut menuju "Indonesia Cemas".
Artikel Terkait
BMKG Makassar Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Rabu Depan
Anggota DPR Tekankan Peran Strategis Dewan Pengawas BPJS yang Baru Dilantik
Pasar Cidu Makassar Bertransformasi dari Pasar Ikan Jadi Destinasi Kuliner Malam
Satgas Pangan Sulsel Perkuat Pengawasan demi Stok Aman dan Harga Terjangkau