Prabowo Puji Jaksa Agung, Dana Rp 6,6 Triliun Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara

- Rabu, 24 Desember 2025 | 16:42 WIB
Prabowo Puji Jaksa Agung, Dana Rp 6,6 Triliun Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara

Di ruang utama Kejaksaan Agung, Rabu (24/12) lalu, Presiden Prabowo Subianto tak segan memberikan pujian langsung kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Apresiasi itu diberikan atas kerja keras memulihkan kerugian negara, yang salah satu buktinya adalah penyerahan dana fantastis, Rp 6,6 triliun, hasil dari penertiban hutan.

“Terima kasih Jaksa Agung,” ucap Prabowo, suaranya tegas terdengar di ruangan itu. “Leadership Anda, mungkin Anda tidak populer, tapi tidak populer bagi segelintir maling-maling itu.”

Kata-katanya berlanjut, penuh dukungan. “Anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih, teruskan perjuangan.”

Tak hanya pada pimpinan, perhatiannya juga tertuju pada para pelaksana di lapangan. Prabowo menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh anggota Satgas Pemberantasan Penyelundupan dan Pelanggaran Hutan (PKH). Dia berharap langkah penertiban ini tak boleh berhenti.

“Saudara-saudara adalah ujung tombak,” serunya, sambil memberikan hormat. “Hormat saya kepada Saudara-saudara sekalian.”

Pidatonya kemudian berubah menjadi semacam penyemangat, mengajak semua pihak untuk terus maju. “Marilah kita teruskan. Jangan gentar, jangan surut semangat kita, kita berada di jalan yang benar.”

“Kita berada di jalan yang mulia, kita bela kebenaran keadilan. Kita bela kepentingan jutaan rakyat Indonesia,” tambahnya dengan penuh keyakinan. “Apa pun anasir antek-antek asing yang mereka tidak mau lihat Indonesia kuat, rakyat di bawah mendukung kita, rakyat membela kita.”

Acara intinya sendiri adalah penyerahan uang negara yang jumlahnya sungguh luar biasa: Rp 6,6 triliun. Dana sebesar itu bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil rampasan dari berbagai operasi penertiban kawasan hutan yang telah digelar Satgas PKH.

Hingga saat ini, kerja mereka terhitung cukup monumental. Sudah sekitar 4 juta hektare kawasan hutan yang disalahgunakan berhasil mereka tertibkan. Angka yang bicara, dan tentu saja, kerja yang belum usai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar