Dusun IV Rintis, Desa Bontang, kembali memanas. Konflik lahan sawit yang sudah lama membara akhirnya meledak lagi Sabtu lalu (7/2). Kali ini, berakhir tragis: satu nyawa melayang. Lokasinya di areal eks PT BS, Kabupaten Rokan Hulu, yang pengelolaannya memakai skema kerja sama operasi atau KSO.
Menurut Kasi Humas Polres Rohul, AKP Yohanes, bentrokan ini melibatkan kelompok-kelompok pengamanan swakarsa yang saling berhadapan. Padahal, sebelumnya sudah ada upaya damai. “Sebelum kejadian, kedua belah pihak telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri menunggu proses mediasi,” jelas Yohanes, Minggu (8/2/2026).
Rencananya, mediasi lanjutan bakal digelar Selasa (10/2) di Kantor Camat. Tapi, kesabaran sudah habis duluan.
Sebelum hari yang disepakati itu tiba, puluhan orang tiba-tiba mendatangi lokasi. Mereka membawa senjata tajam dan senapan angin. Massa mendesak kelompok pengaman swakarsa dari KUD beserta para pekerja eks PT BS untuk segera mengosongkan barak yang mereka tempati. Suasana jadi tegang. Upaya meredam emosi massa tak digubris.
“Situasi memanas ketika upaya menenangkan massa tak diindahkan,” imbuh Yohanes.
Bentrokan tak terhindarkan. Aksi saling serang pun terjadi. Kelompok pengamanan dari pihak KSO dikabarkan melakukan perusakan dan bahkan melepaskan tembakan ke arah bangunan. Kacau.
Korban jiwa pun berjatuhan. Bernadus Betu alias Jon, seorang anggota pengamanan swakarsa dari KUD, tewas di tempat. Selain itu, dua orang lainnya menderita luka berat akibat tembakan. Tiga orang lagi mengalami luka ringan ada yang bacokan, ada juga luka akibat benda tajam lainnya.
Pasca-kejadian, polisi langsung bergerak cepat. “Kami langsung melakukan olah TKP, mengamankan kelompok Pam Swakarsa yang terlibat, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi korban,” papar Yohanes.
Jenazah korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk autopsi. Sementara mereka yang terluka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk mencegah konflik susulan, upaya pengendalian terus dilakukan. “Saat ini kami telah melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok Pam Swakarsa, berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan, dan menyiagakan personel tambahan,” ungkap Yohanes. Situasi memang masih rawan. Harapannya, mediasi yang tertunda bisa segera dilaksanakan sebelum gejolak serupa terulang.
Artikel Terkait
Lenovo Rilis ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS dan Port TGX
Real Madrid Incar Vitinha PSG untuk Perkuat Lini Tengah
Bangunan Tua Runtuh di Tripoli, Lima Tewas Termasuk Anak dan Lansia
Gubernur DKI Pimpin Kerja Bakti Massal Jaga Jakarta Bersih