TNI Soroti Peran Krusial Pers, Dapat Penghargaan Pena Emas
Bandung, Senin lalu – Acara penghargaan yang digelar Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Le Royale Hotel Bandung berlangsung cukup meriah. Salah satu penghargaan khusus, Pena Emas untuk kategori Kementerian/Lembaga Negara, jatuh ke tangan TNI. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tak bisa hadir, jadi yang menerima adalah Kapuspen TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.
Dalam sambutannya, Ardianzah langsung menyampaikan apresiasi mendalam buat para jurnalis. Menurutnya, insan pers sudah bekerja keras menjaga profesionalisme. Mereka menghadirkan pemberitaan yang sehat dan, yang penting, bertanggung jawab. Pemberitaan yang mengutamakan kepentingan bangsa, bukan sekadar sensasi.
“Bela negara itu bukan cuma slogan kosong,” ujarnya tegas.
“Itu panggilan nurani. Tanggung jawab kita semua, sesuai profesi masing-masing.”
Dia melanjutkan, tantangan zaman sekarang jauh lebih kompleks. Ancaman tak lagi cuma fisik. Perang informasi, banjir disinformasi, dan upaya memecah belah lewat ruang digital justru lebih sering kita temui sekarang. Di sinilah peran pers jadi kunci.
Nah, terkait dengan itu, kemitraan TNI dan media dinilainya sebagai kebutuhan strategis. Bukan basa-basi. Kerja sama ini penting untuk membangun komunikasi publik yang akurat dan menjaga kepercayaan masyarakat. Penghargaan Pena Emas ini sendiri dia anggap sebagai simbol. Pengakuan atas daya juang pena dan kata-kata yang bisa menyalakan semangat kebangsaan.
“Setiap karya jurnalistik yang memberi ruang bagi suara rakyat dan mengedepankan kebenaran, pada hakikatnya merupakan bagian dari bela negara. Karena itu, kegiatan apresiasi seperti ini patut kita dukung bersama,” tegas Ardianzah.
Di akhir amanatnya, dia kembali menegaskan komitmen TNI. Lembaga ini akan terus menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas informasi publik. Sinergi dengan insan pers sebagai mitra strategis akan diperkuat, semua demi menjaga persatuan.
“TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan, membangun komunikasi yang sehat, dan menjaga hubungan kemitraan yang profesional dengan insan pers,” pungkasnya.
Acara penghargaan itu sendiri tak hanya melibatkan TNI. Sebanyak 60 tokoh nasional turut diundang. Mulai dari perwakilan kementerian, kepala daerah, institusi pendidikan, hingga pelaku usaha. Mereka semua menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara (ABN) 2025 dari FPRMI. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang dinilai konsisten menanamkan dan menjalankan nilai-nilai bela negara di berbagai lini kehidupan.
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Reformasi Kultural sebagai Inti Perubahan di Tubuh Polri
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid
Istri Tersangka Korupsi Bupati Bekasi Diperiksa KPK
Batalyon Arhanud 21 Pasgat Jadi Perisai Terakhir Objek Vital TNI AU