Udara dingin di Teheran pagi itu tak mampu meredam gelora. Sejak Rabu pagi, jalan-jalan utama ibu kota Iran itu perlahan berubah jadi lautan manusia. Jutaan orang membanjiri ruas jalan, semua bergerak menuju satu titik: Azadi Square. Mereka merayakan hari bersejarah, 47 tahun kemenangan Revolusi Islam. Monumen ikonik itu, seperti biasa, menjadi magnet pemersatu di setiap momen penting bangsa ini.
Dari balik kerumunan, seorang Warga Negara Indonesia, Ismail Amin, melaporkan langsung untuk Metro TV. Suaranya terdengar lantang menembus riuh rendah kerumunan.
"Saat ini saya sedang berada di Teheran, tidak jauh dari Maidan Azadi. Kita bisa melihat lautan massa sedang turun ke jalan. Mereka ingin menunjukkan bahwa sampai saat ini mereka masih percaya dengan Republik Islam Iran dan kepemimpinan negara,"
Ismail menggambarkan, menara Azadi yang menjadi simbol kebebasan itu, kembali menjadi saksi bisu sebuah peringatan yang penuh makna. Menara itu berdiri tegak mengingatkan pada tumbangnya rezim monarki Dinasti Pahlavi, hampir setengah abad silam.
Artikel Terkait
Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri, Empat Unit Damkar Dikerahkan
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak