Suara lain datang dari Mayjen TNI (Purn) Deddy S Budiman dari APP-Bangsa. Dia mengingatkan soal Tap MPR tentang larangan ajaran komunis yang diabaikan.
Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat dari FKPPS juga angkat bicara. Dia menekankan soal prestasi bangsa.
Dia juga mengingatkan satu hal yang menurutnya krusial. Hilangnya Pasal 6 Ayat 1 UUD 45 Asli yang mensyaratkan presiden harus orang Indonesia asli dianggapnya berbahaya bagi masa depan bangsa.
Dari diskusi panjang itu, akhirnya muncul kesepakatan. Mereka akan mengadakan pertemuan lanjutan. FKPPS juga berusaha mengirim surat langsung ke Presiden Prabowo.
Bahkan dari peserta, ada permintaan agar panitia mengusahakan delegasi bisa diterima Prabowo. Tujuannya, untuk menegaskan dan menjelaskan aspirasi ini secara langsung tatap muka.
Deklarasi pun ditutup dengan pembacaan teks oleh Mayjen TNI (Purn) Dedi S Budiman.
Artikel Terkait
Mentan Amran: Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global
TNI Mutasi 35 Perwira, Mayjen Lucky Avianto Pimpin Kogabwilhan III
Raphinha dan Vinicius Jr Kompak di Pemusatan Latihan Timnas Brasil
Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King