Semua bermula dari sebuah malam yang mencekam di akhir November lalu. Lebih dari 300 siswa dan belasan staf sekolah tiba-tiba diserbu di sekolah berasrama Katolik St. Mary, desa Papiri. Mereka diculik begitu saja. Kejadian itu langsung mengguncang publik.
Untungnya, tidak semua korban hilang. Saat kejadian berlangsung, sekitar lima puluh anak berhasil kabur dari cengkeraman penculik. Lalu, di awal Desember, pemerintah mengumumkan keberhasilan menyelamatkan 100 orang lagi. Dengan pembebasan terbaru ini, Onanuga menyebut total siswa yang berhasil dikembalikan sudah mencapai 230 orang.
Namun begitu, insiden ini tetap meninggalkan bekas yang dalam. Penculikan massal di sekolah itu memicu gelombang kemarahan. Banyak yang menilai keamanan di Nigeria utara kian memburuk. Sudah jadi rahasia umum, geng-geng bersenjata kerap menjadikan sekolah sebagai sasaran empuk. Modusnya selalu sama: culik siswa, lalu minta tebusan uang.
Kini, meski sebagian besar korban telah bebas, suasana hati masyarakat masih terasa berat. Mereka menunggu kepulangan para siswa yang tersisa, sambil berharap tragedi seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga