Kabarnya, 130 siswa yang sempat hilang di Nigeria akhirnya bisa kembali. Mereka dibebaskan setelah sebulan lebih ditahan kelompok bersenjata. Kabar gembira ini langsung disampaikan oleh juru bicara Presiden Bola Tinubu, Bayo Onanuga.
“130 siswa yang tersisa yang diculik oleh teroris, kini telah dibebaskan,” ujar Bayo lewat sebuah unggahan di media sosial, seperti dilaporkan Reuters pada Senin (22/12).
“Mereka diperkirakan akan tiba di Minna (berjarak 160 Km dari ibu kota Abuja) pada hari Senin dan bergabung kembali dengan orang tua mereka untuk perayaan Natal,” tambahnya.
Menurutnya, operasi pembebasan ini berhasil digenjot berkat kerja keras militer dan intelijen.
Semua bermula dari sebuah malam yang mencekam di akhir November lalu. Lebih dari 300 siswa dan belasan staf sekolah tiba-tiba diserbu di sekolah berasrama Katolik St. Mary, desa Papiri. Mereka diculik begitu saja. Kejadian itu langsung mengguncang publik.
Untungnya, tidak semua korban hilang. Saat kejadian berlangsung, sekitar lima puluh anak berhasil kabur dari cengkeraman penculik. Lalu, di awal Desember, pemerintah mengumumkan keberhasilan menyelamatkan 100 orang lagi. Dengan pembebasan terbaru ini, Onanuga menyebut total siswa yang berhasil dikembalikan sudah mencapai 230 orang.
Namun begitu, insiden ini tetap meninggalkan bekas yang dalam. Penculikan massal di sekolah itu memicu gelombang kemarahan. Banyak yang menilai keamanan di Nigeria utara kian memburuk. Sudah jadi rahasia umum, geng-geng bersenjata kerap menjadikan sekolah sebagai sasaran empuk. Modusnya selalu sama: culik siswa, lalu minta tebusan uang.
Kini, meski sebagian besar korban telah bebas, suasana hati masyarakat masih terasa berat. Mereka menunggu kepulangan para siswa yang tersisa, sambil berharap tragedi seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Kepala KPP Banjarmasin Akui Terima Suap Rp800 Juta Usai Ditahan KPK
Manchester City Lolos ke Final Carabao Cup Usai Kalahkan Newcastle 3-1
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Pengaturan Jalur Impor Bea Cukai
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Hadapi Iran