Gempa kembali mengguncang wilayah Maluku Utara. Kali ini, getaran berkekuatan 5,6 magnitudo berpusat di laut, sekitar 133 kilometer arah barat laut Jailolo. Kejadiannya pada Minggu malam, tepatnya pukul 19.21 WIB.
Namun begitu, masyarakat bisa sedikit lega. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada cukup dalam, di kedalaman 27 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, analisis terbaru justru menunjukkan parameter sedikit berbeda.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,47° LU ; 126,35° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah barat laut Jailolo, Maluku Utara pada kedalaman 30 km,"
Jadi, ada sedikit pergeseran data. Tapi intinya tetap sama: gempa ini bersifat dangkal.
Lalu, apa penyebabnya? Daryono menyebutkan bahwa guncangan ini dipicu aktivitas di dalam Lempeng Laut Maluku. Batuan di sana mengalami deformasi atau perubahan bentuk.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),"
Getarannya sendiri ternyata dirasakan cukup luas. Di Manado, Bitung, hingga Minahasa, guncangan berada pada skala III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti sensasi truk berat yang melintas. Sementara di Ternate, kekuatannya sedikit lebih rendah, antara skala II hingga III MMI.
Di sisi lain, aktivitas bumi usai gempa utama masih berlanjut. Hingga pukul 19.40 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi satu kali gempa susulan. Kekuatannya tidak besar, hanya M3,0. Situasi terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan lanjutan.
Artikel Terkait
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 pada 2026