Lalu, apa penyebabnya? Daryono menyebutkan bahwa guncangan ini dipicu aktivitas di dalam Lempeng Laut Maluku. Batuan di sana mengalami deformasi atau perubahan bentuk.
Getarannya sendiri ternyata dirasakan cukup luas. Di Manado, Bitung, hingga Minahasa, guncangan berada pada skala III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti sensasi truk berat yang melintas. Sementara di Ternate, kekuatannya sedikit lebih rendah, antara skala II hingga III MMI.
Di sisi lain, aktivitas bumi usai gempa utama masih berlanjut. Hingga pukul 19.40 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi satu kali gempa susulan. Kekuatannya tidak besar, hanya M3,0. Situasi terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan lanjutan.
Artikel Terkait
Polisi Hentikan Avanza Modifikasi Angkut 12 Penumpang Plus Motor di Atap Saat Mudik
Tiga Mayjen Ditunjuk Pimpin Kodam dalam Mutasi TNI Maret 2026
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley