Kabur dari Tahanan, Hoaks Picu Amuk Massa Bakar Polsek di Mandailing Natal

- Minggu, 21 Desember 2025 | 11:48 WIB
Kabur dari Tahanan, Hoaks Picu Amuk Massa Bakar Polsek di Mandailing Natal

Markas Polsek Dibakar Massa, Dipicu Kabar Bohong

Suasana di Mandailing Natal, Sumatera Utara, memanas hebat pada Sabtu (20/12) lalu. Massa yang marah membakar dan merusak Markas Polsek Muara Batang Gadis. Aksi ini, kata polisi, berawal dari kabar simpang siur soal seorang terduga bandar narkoba yang dikatakan dilepas begitu saja.

Kapolres setempat, AKBP Arie Sofandi Paloh, langsung membantah keras isu itu. Menurutnya, tersangka justru kabur dari tahanan dan sekarang sedang diburu.

"Dalam pengejaran. Jadi yang membuat tersebar seolah-olah dilepaskan, berita hoaks itulah yang menjadi alasan masyarakat semakin marah," tegas Arie, Minggu (21/12).

Ceritanya berawal sehari sebelumnya. Sejumlah ibu-ibu dari Desa Singkuang I dan II melakukan sweeping ke rumah sang terduga bandar. Polisi lalu mengamankan pemilik rumah ke Polsek untuk dicek. Sayangnya, saat digeledah, narkoba tak ditemukan. Hanya ada plastik-plastik yang diduga untuk bungkus barang haram itu.

"Untuk menghindari amuk massa diamankan di Polsek," ujar Arie.

Rencananya, pemeriksaan lanjutan dan tes urine bakal dilakukan Sabtu pagi. Bahkan sudah dijadwalkan pertemuan dengan masyarakat pukul 09.00 WIB. Tapi, semua itu buyar.

Nyatanya, jauh sebelum janji temu, sekitar pukul 04.00 WIB, terduga pelaku itu sudah kabur dari Polsek.

"Disampaikan masyarakat menanyakan 'ke mana itu kok dilepas?' Bukan dilepas, yang bersangkutan melarikan diri," imbuhnya.

Nah, kabar burung soal "pejabat lepaskan bandar" langsung menyebar. Masyarakat pun geram dan berkerumun. Amarah yang sudah tertumpuk akhirnya meledak. Mereka merusak dan membakar markas polisi itu.

"Saya melakukan pergerakan dari Polres untuk mengantisipasi, namun lebih dulu masyarakat merusak polsek," kata Arie, mengaku terlambat meredam.

Arie menduga kuat ada provokator di tengah massa. Gerakan mereka terlihat diarahkan.

"Karena indikasinya, setelah dilakukan kumpul massa ada yang memprovokasi untuk melakukan pelemparan dan pembakaran. Malah ada yang menyerang petugas," ucapnya.

Untungnya, peristiwa ricuh ini tak memakan korban jiwa. Tapi kerusakannya cukup parah. Satu mobil dinas polisi dan lima sepeda motor tiga dinas dan dua pribadi personel ikut jadi sasaran amuk massa.

"Itu kondisi sementara dan Mako Polsek Muara Batang Gadis serta asrama rusak total," tutur Arie.

Di akhir pernyataannya, Arie berpesan agar warga tak gampang percaya informasi yang belum jelas sumbernya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," tutupnya.

Kini situasi perlahan kembali normal. Tapi pertanyaan besar masih menggantung: bagaimana seorang tahanan bisa kabur dengan mudah, dan siapa dalang provokasi yang memicu kerusuhan ini?

Komentar