Wamen Sosial Serukan Solidaritas di Magelang, Tegaskan Bantuan Tak Harus Selalu Materi

- Jumat, 19 Desember 2025 | 22:54 WIB
Wamen Sosial Serukan Solidaritas di Magelang, Tegaskan Bantuan Tak Harus Selalu Materi

Di tengah terik matahari Jumat siang, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berdiri di hadapan warga Desa Tanjungsari, Magelang. Suaranya lantang mengajak semua orang untuk menguatkan solidaritas. Terutama bagi para korban bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, dan wilayah lain yang sedang berjuang.

Momen itu adalah bagian dari Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2025. Acara digelar di Desa Purwosari, Kecamatan Borobudur, dan berlanjut dengan bakti sosial di Tanjungsari.

"Hakikat peringatan HKSN itu adalah solidaritas. Peduli, empati," tegas Agus Jabo.

"Kalau ada saudara kita yang tak punya apa-apa, ya kita bantu."

Namun begitu, bantuan itu tak melulu soal materi. Menurutnya, sebuah doa yang tulus dari hati juga punya nilai. Itu sudah merupakan wujud kepedulian. Ia pun mengajak seluruh hadirin mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana agar bisa segera bangkit dan pulih kembali.

Bakti sosial ini, diakui Agus Jabo, hanyalah langkah kecil pemerintah. Di balik itu, ada berbagai program yang sedang diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Salah satu yang sedang digenjot adalah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.

Pemutakhiran data ini disebutnya krusial. Tujuannya sederhana: agar bantuan pemerintah tidak salah alamat.

"Pak Kades, minta tolong ya masalah data ini," pinta Agus Jabo.

Ucapannya disambut riuh tepuk tangan warga.

Ia meminta jajaran pemerintah daerah, terutama para lurah dan kades, untuk bekerja dengan saksama. Data harus akurat. Dengan begitu, bansos akan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Sementara warga yang sudah tidak sesuai kriteria akan dikeluarkan dari daftar penerima.

Jangan Terlalu Bergantung pada Bansos

Di sisi lain, Agus Jabo punya harapan lain. Ia berharap warga, khususnya yang masih berusia produktif, tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial. Bansos lebih diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia tunggal dan penyandang disabilitas.

Usai berbincang dengan warga, Agus Jabo meninjau layanan kesehatan gratis yang disediakan. Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk warga Kabupaten Magelang.

Bantuan yang disalurkan cukup beragam. Ada 17 unit Rumah Sejahtera Terpadu senilai Rp 340 juta, ratusan kaus dan paket sembako, serta Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial senilai Rp 160 juta untuk dua desa di Kecamatan Borobudur.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar