Langkah strategis ini seolah menyambut baik agenda pemerintah yang ingin memperkuat kedaulatan ekonomi digital. Tujuannya jelas: membangun ekosistem yang tak cuma tumbuh, tapi juga aman, teregulasi, dan mampu bersaing.
Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo, memberikan penjelasan.
"Investasi ini adalah bentuk dukungan nyata kami untuk transformasi digital Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan visi Arsari sejalan dengan COIN dan anak perusahaannya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Dua entitas tersebut bukan main-main. Mereka adalah pengelola bursa berjangka kripto dan layanan kustodian yang sudah berizin OJK.
Menurut laporan TEMPO, transaksi di ekosistem ini bahkan disebut telah menembus angka yang luar biasa: Rp 1.000 triliun.
Artikel Terkait
Pengeroyokan Guru di Jambi: Alarm Keras bagi Nalar dan Peradaban
Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Dekat Kapal Induk, Ketegangan Laut Arab Kembali Meningkat
Bahasa Isyarat: Ketika Diam Bicara dan Gerakan Menyair
Indonesia Siap Bangun Kampung Haji Eksklusif di Dekat Masjidil Haram