Akbar Faizal Beri Sinyal Keras ke Gibran: Bantu Nyata atau Diam Saja!

- Kamis, 18 Desember 2025 | 13:25 WIB
Akbar Faizal Beri Sinyal Keras ke Gibran: Bantu Nyata atau Diam Saja!

Akbar Faizal ke Gibran: Berhenti Pidato Melelahkan, Bantu Prabowo atau Lebih Baik Diam!

Kritik pedas datang dari politikus senior Akbar Faizal. Kali ini, sasarannya adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Intinya sederhana tapi keras: Gibran diminta segera meningkatkan kualitas dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekadar dukungan biasa, melainkan yang benar-benar terukur dan punya strategi jelas.

Akbar lantas membandingkan. Menurutnya, Gibran perlu mencontoh peran Jusuf Kalla saat mendampingi SBY di periode pertama. Saat itu, kontribusi JK dianggap sangat signifikan dan langsung terasa manfaatnya oleh presiden.

“Contohlah Pak Jusuf Kalla pada periode pertama SBY. Perannya jelas, nyata, dan dirasakan langsung oleh Presiden,”

ucap Akbar Faizal, Kamis (18/12/2025).

Tapi ada catatan penting. Akbar mengingatkan, jangan sampai Gibran malah merujuk pada pengalaman JK di era pertama Jokowi. Kenapa? Ruang geraknya dinilai sangat terbatas waktu itu.

“Jangan melihat peran Pak JK pada periode pertama Jokowi. Memang tidak ada ruang yang diberikan oleh ayah Anda saat itu,”

tegasnya tanpa basa-basi.

Nah, poin utamanya begini. Akbar merasa Prabowo sekarang butuh aksi nyata, bukan sekadar ceremonial atau pidato-pidato yang justru bertele-tele. Bahkan, gaya komunikasi Gibran disebutnya justru menjadi beban tambahan. Cukup mengejutkan, kritik ini disampaikan secara terbuka.

“Segera bantu Pak Prabowo. Berhenti pidato berkualitas super melelahkan itu, sebab itu justru makin membebani Presiden,”

kata Akbar.

Di sisi lain, nada pernyataannya semakin tegas. Hanya ada dua pilihan yang dia berikan kepada wapres muda itu: turun tangan membantu dengan efektif, atau memilih untuk benar-benar diam. Pilihan kedua ini bukan sekadar saran, tapi seperti peringatan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

“Kalau tidak bisa membantu secara nyata, diam saja. Benar-benar diam,”

pungkasnya.

Kritik Akbar ini bukan yang pertama, tentu saja. Tapi ini jelas menambah tekanan dan daftar panjang ekspektasi yang dibebankan kepada Gibran. Di awal pemerintahan Prabowo, soliditas kepemimpinan nasional memang sedang diuji, dan sorotan terhadap peran wapres semakin tajam.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar