JK Soroti Tiga Fase Pemulihan Usai Banjir Bandang Tapteng

- Kamis, 18 Desember 2025 | 11:30 WIB
JK Soroti Tiga Fase Pemulihan Usai Banjir Bandang Tapteng

Tinjauan Pasca Banjir Bandang: JK Paparkan Tiga Tahap Pemulihan

Usai menginjakkan kaki di lokasi banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jusuf Kalla berbicara panjang lebar soal penanganan bencana. Menurut Ketua Umum PMI Pusat itu, prosesnya tak bisa instan. Ada tiga tahapan yang harus dilalui, mulai dari kondisi darurat yang paling kritis hingga upaya membangun kembali kehidupan warga.

“Tahap pertama ya tanggap darurat. Ini fase di mana korban masih mengungsi, fokus kita pada kebutuhan dasar: makan, minum, tempat tinggal sementara,” jelas JK, Kamis lalu. Ia baru saja meninjau Posko PMI dan wilayah terdampak di Kecamatan Tukka.

Setelah kondisi darurat teratasi, barulah masuk fase kedua: rehabilitasi. Di sini, kerja bakti massal menjadi pemandangan umum. Warga dan relawan bergotong royong membersihkan lumpur dari rumah-rumah dan lingkungan sekitar. Pekerjaan ini melelahkan, tapi penting sebagai fondasi pemulihan.

Namun begitu, tujuan jangka panjangnya adalah tahap ketiga.

“Yang namanya rekonstruksi. Ini soal mengembalikan denyut kehidupan. Bagaimana sawah dan kebun bisa berproduksi lagi, bagaimana orang-orang bisa kembali mencari nafkah seperti sedia kala,” ucap JK tegas. Menurutnya, seluruh tahapan ini tak bisa berjalan tanpa kolaborasi. Pemerintah daerah dan pusat, ditambah kekuatan relawan PMI, harus bergerak bersama.

Untuk saat ini, konsentrasi masih pada pembersihan. Bantuan logistik seperti air minum dan kebutuhan tambahan lainnya akan menyusul. JK mengakui, kerja para tenaga medis di lapangan juga luar biasa. Mereka sudah bergiliran bertugas, mengingat sebagian ada yang telah dua pekan penuh berada di lokasi.

“Petugasnya bergantian. Datang dari berbagai daerah; ada relawan, tenaga medis, unsur TNI-Polri juga turun membantu,” jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan trauma, khususnya yang dialami anak-anak? Pertanyaan wartawan ini dijawab JK dengan logika yang sederhana namun mendasar.

“Trauma itu nyata, terutama pada anak-anak. Tapi langkah awal penyembuhannya justru konkret: pulang ke rumah. Saat mereka sudah kembali ke lingkungan familiar, tidur di tempat sendiri, proses pemulihan psikologis bisa dimulai dari sana,” ujarnya.

Ia memperkirakan, proses pembersihan dan pemulihan awal ini akan memakan waktu sekitar sebulan. Setelah itu, barulah masyarakat bisa pelan-pelan mencoba kembali ke rutinitas normal mereka. Jalan masih panjang, tapi setidaknya sudah ada peta yang jelas untuk dilalui.

Komentar