Untuk saat ini, konsentrasi masih pada pembersihan. Bantuan logistik seperti air minum dan kebutuhan tambahan lainnya akan menyusul. JK mengakui, kerja para tenaga medis di lapangan juga luar biasa. Mereka sudah bergiliran bertugas, mengingat sebagian ada yang telah dua pekan penuh berada di lokasi.
“Petugasnya bergantian. Datang dari berbagai daerah; ada relawan, tenaga medis, unsur TNI-Polri juga turun membantu,” jelasnya.
Lalu, bagaimana dengan trauma, khususnya yang dialami anak-anak? Pertanyaan wartawan ini dijawab JK dengan logika yang sederhana namun mendasar.
“Trauma itu nyata, terutama pada anak-anak. Tapi langkah awal penyembuhannya justru konkret: pulang ke rumah. Saat mereka sudah kembali ke lingkungan familiar, tidur di tempat sendiri, proses pemulihan psikologis bisa dimulai dari sana,” ujarnya.
Ia memperkirakan, proses pembersihan dan pemulihan awal ini akan memakan waktu sekitar sebulan. Setelah itu, barulah masyarakat bisa pelan-pelan mencoba kembali ke rutinitas normal mereka. Jalan masih panjang, tapi setidaknya sudah ada peta yang jelas untuk dilalui.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga