Misteri Dinosaurus: Mengapa Kitab Suci Tak Menyinggungnya?

- Rabu, 17 Desember 2025 | 16:40 WIB
Misteri Dinosaurus: Mengapa Kitab Suci Tak Menyinggungnya?

Kenapa Dinosaurus Tak Disebut dalam Al-Qur'an dan Hadits?

Fosil-fosilnya ada. Kerangkanya jelas. Penelitian ilmiah pun membuktikan: makhluk raksasa itu memang pernah hidup di bumi. Tapi kalau kita buka Al-Qur'an, atau telusuri hadits Nabi, nama "dinosaurus" tak kita temukan. Lantas, kenapa?

Pertanyaan ini sering muncul. Banyak yang bertanya-tanya, kalau mereka memang nyata, mengapa kitab suci tak menyinggungnya sama sekali?

Ustadz Ammi Nur Baits punya penjelasan yang cukup mencerahkan. Intinya sederhana: tidak semua realita yang ada di dunia ini disebutkan secara rinci dalam Al-Qur'an. Kitab suci bukanlah ensiklopedia atau buku sejarah yang wajib mencatat segala hal. Fungsinya lebih sebagai petunjuk hidup, pedoman untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Di sisi lain, coba kita pikirkan. Banyak sekali hal di alam semesta ini yang tak tercantum secara eksplisit. Bukankah begitu? Al-Qur'an fokus pada pelajaran yang bermakna bagi manusia, tentang penciptaan, keesaan Allah, dan kisah-kisah umat terdahulu yang penuh hikmah. Keberadaan dinosaurus, meski menarik secara sains, mungkin tidak termasuk dalam koridor tujuan utama diturunkannya wahyu.

Menurut Ustadz Ammi, ini bukan soal diakui atau tidaknya keberadaan mereka. Justru, diamnya Al-Qur'an tentang suatu hal bukanlah penyangkalan. Bisa jadi itu adalah bagian dari kebijaksanaan. Alam semesta ini luas, dan banyak misteri yang Allah simpan. Adanya fosil dan bukti arkeologi justru mengajak kita untuk berpikir, merenungi kebesaran-Nya yang menciptakan beragam makhluk dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Jadi, kesimpulannya, ketiadaan cerita dinosaurus dalam teks keagamaan bukanlah suatu masalah. Ia justru mengingatkan kita tentang hakikat dan fungsi Al-Qur'an itu sendiri. Penjelasan lengkapnya bisa disimak langsung dari penuturan beliau.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar