Denpasar akan menyambut tahun baru 2026 dengan cara yang berbeda. Tak ada dentuman kembang api atau hingar-bingar konser musik seperti sebelumnya. Pemerintah kota sengaja memilih langkah ini, terutama karena mempertimbangkan kondisi nasional yang sedang berduka akibat sejumlah bencana.
Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar, I Wayan Arta, menegaskan hal itu saat berbincang dengan para wartawan, Rabu lalu.
“Esensinya tetap pada pembinaan seni budaya. Jadi, tidak seperti tahun kemarin, kami hilangkan musik dan kembang apinya,” ujarnya.
Memang, perayaan akhir tahun 2024 dulu cukup meriah. Pemkot sempat menggelar konser dan pesta kembang api di Pantai Mertasari. Tapi tahun ini, nuansanya bakal berubah total.
Alih-alih pesta hura-hura, yang akan digelar adalah sebuah pesta seni bertajuk "Melepas Matahari". Lokasinya di kawasan Catur Muka dan sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Rencananya, acara ini digelar mulai sore hari, pukul 16.00 WITA, dan berlanjut hingga pukul 23.00 malam.
Dana yang disiapkan untuk semua ini sekitar Rp 250 juta. Jumlah itu akan digunakan untuk menampilkan kolaborasi menarik dari 65 sanggar seni. Penonton bisa menyaksikan berbagai pertunjukan, mulai dari Saman khas Aceh, Jaranan Jawa, hingga kesenian dari Borneo dan unsur budaya Tionghoa.
Jadi, suasana pergantian tahun di Denpasar nanti diharapkan lebih khidmat, namun tetap meriah lewat kekayaan budaya Nusantara. Sebuah bentuk solidaritas sekaligus pelestarian, dalam satu paket.
Artikel Terkait
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram
Kajati Sulsel Setujui Penghentian Penuntutan Anggota Polri Terduga Pelaku KDRT Lewat Keadilan Restoratif