Pada Selasa, Albanese menyampaikan hasil penyelidikan awal. Kata dia, kedua pelaku telah dirasuki paham kebencian yang disebarkan oleh ISIS.
"Semua indikasi mengarah pada motivasi ideologis dari ISIS," jelas Albanese kepada ABC.
Liku-Liku Identitas Pelaku
Ada lagi fakta yang terungkap belakangan. Ternyata, salah satu pelaku penembakan massal di Bondi itu memegang kewarganegaraan India. Peristiwa pekan lalu itu total merenggut 16 nyawa, termasuk sang pelaku, dan melukai banyak orang.
Informasi ini datang dari Departemen Imigrasi Filipina. Rupanya, Sajid dan Naveed sempat menghabiskan waktu di Filipina sepanjang November, tidak lama sebelum aksi teror di Bondi terjadi.
Juru bicara imigrasi setempat, Dana Sandoval, memberi keterangan rinci. Menurutnya, keduanya tiba di Filipina pada awal November 2025, langsung dari Sydney. Destinasi mereka adalah Davao, di wilayah selatan.
“Sajid Akram, 50 tahun, warga negara India, dan Naveed Akram, 24 tahun, warga Australia, tiba bersama-sama pada 1 November,” jelas Sandoval.
Sajid diketahui tewas di tempat kejadian. Sementara Naveed, anaknya, masih berjuang antara hidup dan mati dalam kondisi koma.
Kembali ke suasana hari itu. Pantai yang seharusnya dipenuhi tawa perayaan, berubah jadi saksi bisu salah satu hari tergelap Australia. Sebuah kenangan pahit yang akan melekat lama dalam ingatan.
Artikel Terkait
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas