Lewat sebuah unggahan di platform X, militer Israel mengonfirmasi sebuah perintah yang sudah beredar sebelumnya: mereka memerintahkan pembongkaran "sejumlah bangunan" di kamp pengungsi Nur Shams, Tepi Barat. Pernyataan resmi itu akhirnya muncul, setelah desas-desus dan laporan lokal memenuhi udara.
Sehari sebelumnya, Gubernur Tulkarem, Abdallah Kamil, sudah lebih dulu bicara. Wilayahnya mencakup kamp Nur Shams itu.
“Saya telah diberi tahu soal rencana ini oleh COGAT,” ujarnya kepada AFP, merujuk pada badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan. Informasinya datang langsung dari sumber Israel, bukan sekadar kabar burung.
Di sisi lain, dampaknya bagi warga digambarkan lebih gamblang oleh Faisal Salama. Sebagai ketua komite rakyat Kamp Tulkarem yang berdekatan, Salama menyebut angka yang tak main-main: perintah itu mengancam sekitar 100 rumah keluarga. Bukan cuma satu atau dua bangunan.
Langkah ini tak datang tiba-tiba. Sejak Januari lalu, Israel telah meluncurkan apa yang mereka sebut Operasi Iron Wall di Tepi Barat. Target deklarasi mereka jelas: memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang diyakini bersarang di kamp-kamp pengungsi, terutama di kawasan utara Tepi Barat. Nur Shams, tampaknya, kini masuk dalam sasaran operasi yang berkelanjutan itu.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi