Dengan begitu, pengurangan emisi ini berpotensi masuk ke dalam mekanisme perdagangan karbon di pasar sukarela. Sebuah langkah yang cerdas, mengubah limbah jadi nilai tambah.
Sayangnya, jalan menuju monetisasi ini tak semulus yang dibayangkan. Menurut Dian Fatwa, Juru Bicara BGN, selama ini upaya pengurangan emisi dari limbah makanan masih belum optimal dan terstruktur.
Jadi, meski teknologinya ada, tantangannya justru pada bagaimana menyusun dan mengukur upaya itu secara rapi. Agar nantinya, setiap pengurangan emisi punya nilai yang jelas di pasar karbon.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral