“Itu inisiatif diaspora Indonesia, yang juga Ketua FTA. Jokowi tidak perlu panas dingin atas ini,” tegasnya.
Bagi Rizal, upaya mengusut kebenaran ijazah seorang mantan presiden bukanlah tindak pidana. Justru ini bagian dari kepentingan publik yang sah. Masyarakat, dalam pandangannya, punya hak untuk tahu soal kejujuran pemimpinnya. Skandal ini, katanya, sudah meluas jadi pembicaraan global. Bukan cuma isu lokal lagi.
Yang mengejutkan, Rizal malah balik menyerang. Ia justru mendesak aparat untuk mempertimbangkan pencekalan terhadap Joko Widodo sendiri. Alasannya sederhana: potensi mantan presiden itu untuk bepergian ke luar negeri jauh lebih besar.
“Justru Jokowi lah yang harus dan layak dicekal imigrasi. Kepolisian harus segera minta Imigrasi mencekal Jokowi dan keluarganya, termasuk Gibran. Tarik juga paspor mereka,” pungkas Rizal tanpa tedeng aling-aling.
Hingga saat ini, baik kepolisian maupun Ditjen Imigrasi belum memberikan pernyataan resmi menanggapi serangkaian kritik dari Rizal Fadhillah tersebut. Situasinya masih digantung, menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral