Lalu, warna logo UGM. Setelah membandingkan dengan ijazah lulusan UGM lain, Roy menyebut logo di ijazah Jokowi warnanya tidak emas seperti seharusnya. Yang lebih mencurigakan, tintanya sama sekali tidak memudar atau "mbleber" istilah yang ia pakai untuk menggambarkan tinta lama yang biasanya pecah atau melebar.
Kejanggalan keempat menyangkut watermark dan emboss. Roy bilang, watermark-nya berbeda. Emboss-nya pun diduga hanya citra, bukan cetak timbul asli.
Terakhir, urutan cetaknya. Menurut pengamatannya, ijazah UGM umumnya dicetak dengan urutan tulisan dulu, baru logo. Namun pada ijazah yang ia periksa, prosesnya terbalik: logo dulu, baru tulisan.
"Yang jelas, pada ijazah yang ditunjukkan tadi, tetap berbeda dengan contoh atau perbandingan ijazah lainnya," tegasnya.
Dengan semua temuan itu, keyakinan Roy semakin kuat. Ia kembali menegaskan kesimpulan yang pernah ia sampaikan sebelumnya.
"Hasil dari kami tentang 99,9 persen palsu itu tidak berubah," tandas Roy Suryo usai acara.
Pernyataan itu ia lontarkan di depan para wartawan yang sudah menunggu di luar Polda Metro Jaya. Suaranya tegas, tanpa keraguan.
"Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan dalam gelar perkara khusus.
Artikel Terkait
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi