Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera telah merenggut ribuan nyawa. Hingga Selasa kemarin, angka korban jiwa yang dikonfirmasi mencapai 1.053 orang. Situasinya benar-benar memilukan.
Dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan memberikan rincian terbaru.
"Hari ini ada penambahan 18 jiwa di Aceh, dengan rincian 17 jiwa di Aceh Tamiang dan 1 jiwa di Aceh Utara. Lalu, di Sumut ada tambahan 5 jiwa di Tapanuli Tengah. Totalnya bertambah 23 jiwa," jelas Muhari.
Angka ini naik dari hari sebelumnya, yang mencatat 1.030 korban meninggal. Jadi, dalam sehari, ada 23 keluarga lagi yang harus berduka.
Di tengah kabar duka itu, ada sedikit titik terang. Jumlah orang yang masih dinyatakan hilang ternyata berkurang, dari 206 menjadi 200 orang. Jumlah pengungsi juga turun, meski masih sangat besar. Sekitar 2.940 orang dikabarkan telah kembali, sehingga total pengungsi yang tercatat sekarang adalah 606.040 jiwa. Tetap saja, angka itu menggambarkan betapa luasnya dampak bencana ini.
Operasi pencarian dan pertolongan, kata Muhari, masih terus berjalan di beberapa titik. Tim SAR tak berhenti berusaha.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi