Di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Presiden Prabowo Subianto berbicara blak-blakan soal pangan. Hadirinnya para kepala daerah se-Papua beserta jajaran KEPP-OKP. Intinya sederhana tapi mendasar: ketahanan pangan tak boleh cuma jadi wacana di tingkat pusat. Itu harus hidup dan bekerja sampai ke pelosok desa.
Menurut Prabowo, swasembada di level nasional saja tidaklah cukup. Itu cuma angka di atas kertas. Yang nyata, setiap provinsi, kabupaten, bahkan desa, harus punya kemampuan memproduksi dan menjamin pangan sendiri. "Ini fondasi utama," tegasnya, "kalau fondasi ini rapuh, bangsa kita bisa goyah."
"Karena itu swasembada pangan menjadi dasar dari transformasi bangsa kita," ujar Prabowo.
Dia melanjutkan dengan nada serius, "Terus terang aja saya kembalikan semuanya atas keyakinan paling mendasar ini. Semua kehidupan manusia, semua peradaban manusia, semua negara yang berdiri ribuan tahun sampai sekarang bisa berdiri, bisa bertahan karena dia aman pangannya."
Argumennya jelas. Bayangkan saat bencana datang gempa, banjir, tanah longsor yang langsung memutus akses logistik dan komunikasi. Daerah yang bergantung pada pasokan dari luar akan langsung kelabakan. Maka, kemandirian pangan lokal bukan lagi sekadar wacana pembangunan, melainkan sebuah kebutuhan darurat.
"Untuk kita aman pangan kita harus swasembada pangan kita harus menjamin produksi pangan kita sendiri," katanya.
Lalu dia menambahkan, "dan ini tidak hanya pangan secara nasional. Kita harus swasembada pangan secara provinsi, bahkan bila perlu secara kabupaten."
Di sisi lain, Prabowo tak melupakan kearifan lokal. Dia mengajak hadirin untuk melihat kembali ke belakang, pada praktik yang sudah dijalankan nenek moyang. Sistem lumbung pangan desa, menurutnya, adalah konsep brilian yang justru sangat relevan untuk dihidupkan kembali di masa sekarang.
"Kalau terjadi sesuatu di mana komunikasi putus, Desa itu harus bisa bertahan. Kecamatan itu harus bisa bertahan, Kabupaten itu harus bisa bertahan," paparnya dengan penuh keyakinan.
Lalu dia mengajak refleksi, "Ini adalah pelajaran nenek moyang kita. Tanyalah kepada kakek-kakek kita dulu, ada lumbung desa. Kita harus ada lumbung desa sekarang."
Gagasannya berjenjang, dari yang terkecil hingga tingkat nasional. "Harus ada lumbung kecamatan, harus ada lumbung kabupaten, harus ada lumbung provinsi, dan harus ada lumbung-lumbung nasional," pungkas Prabowo. Sebuah visi ketahanan yang dibangun dari bawah, berlapis-lapis, agar bangsa ini tak mudah goyah oleh goncangan apa pun.
Artikel Terkait
Jalan Sidrap-Soppeng Semakin Rusak, Genangan Air Sembunyikan Lubang Berbahaya
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional
Polisi Tangkap Empat Pemuda Dalang Aksi Brutal Geng Motor di Makassar