Australia diguncang sebuah peristiwa tragis baru-baru ini. Di tengah perayaan hari besar umat Yahudi, seorang teroris membuka tembakan. Pelakunya, yang kebetulan beragama Islam, menargetkan orang-orang yang sedang bersukacita itu.
Namun begitu, di tengah kekacauan dan kepanikan, muncul sebuah aksi heroik. Seorang muslim lain yang kebetulan berada di lokasi segera bertindak. Tanpa ragu, dia berusaha menggagalkan aksi teror itu. Sayangnya, upaya pemberaniannya berakhir dengan luka-luka yang dideritanya sendiri.
Aksi penembakan itu akhirnya berhenti. Si teroris tewas di tempat kejadian.
Lalu, bagaimana respons komunitas muslim setempat? Mereka mengambil sikap yang sangat tegas. Komunitas muslim Australia menolak untuk mengurus atau memakamkan jenazah si pelaku. Mereka secara jelas memisahkan diri dari tindakan keji itu, menunjukkan bahwa terorisme tidak mewakili ajaran atau nilai-nilai mereka.
Sebuah keputusan yang patut diapresiasi. Alhamdulillah.
Narasi ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua. Begitulah seharusnya kita memperlakukan teroris dengan penolakan total, tanpa memberinya ruang atau legitimasi sedikit pun, dari siapapun juga.
(Robby Karman)
Artikel Terkait
Presiden Panggil Chatib Basri ke Istana, Istana Bantah Terkait Isu Reshuffle Menkeu
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung, Target Renovasi 400 RS dan 10 Ribu Puskesmas
Dua Mahasiswi UPN Veteran Jatim Terjebak 30 Menit di Lift Akibat Listrik Padam
Mahfud MD Desak Kejaksaan Agung Periksa Wakil Pimpinan BGN Nanik S Deyang soal Korupsi MBG