Sosok Bertopeng Hitam: Satu-satunya Petunjuk dalam Penembakan Maut di Kampus Ivy League

- Selasa, 16 Desember 2025 | 11:36 WIB
Sosok Bertopeng Hitam: Satu-satunya Petunjuk dalam Penembakan Maut di Kampus Ivy League

Hingga Senin sore waktu setempat, pelaku penembakan maut di Universitas Brown masih berkeliaran. Kabar terbaru, pihak berwenang baru saja merilis foto seorang pria bertopeng yang diduga kuat terlibat. Pria itu masih dalam status buron.

Kekacauan itu sendiri terjadi Sabtu lalu, di tengah suasana ujian kampus. Di kampus Ivy League yang prestisius di Rhode Island itu, dua nyawa melayang dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka. Suasana yang seharusnya tenang berubah jadi mimpi buruk dalam sekejap.

Memang sempat ada titik terang. Polisi menahan seorang pria untuk dimintai keterangan. Tapi sayang, setelah diselidiki lebih lanjut, pria itu akhirnya dilepaskan. Ternyata, dia tidak ada kaitannya dengan insiden berdarah itu.

Di sisi lain, investigasi terus berjalan. Pada hari Senin, polisi mengaku mendapatkan rekaman baru dari lokasi kejadian. Dalam rekaman itu, terlihat sosok bertopeng dengan topi dan mantel hitam tebal. Itulah satu-satunya petunjuk visual yang mereka punya untuk saat ini.

Gubernur Rhode Island, Dan McKee, bersikeras bahwa perburuan belum akan berhenti. Tekadnya jelas.

“Kami ingin individu yang menembak anak-anak muda ini diidentifikasi, ditangkap, dan diadili,”

tegas McKee dalam sebuah konferensi pers, suaranya terdengar berat.

Menyambung pernyataan gubernur, Kepala Kepolisian Rhode Island Oscar Perez menjelaskan bahwa operasi pencarian sudah ditingkatkan. Timnya blusukan, mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau video amatir yang mungkin merekam kejadian.

“Ini investigasi yang sangat aktif dan rumit,” ujar Perez. “Tujuan kami satu: mengidentifikasi orang ini dan membawanya ke pengadilan.”

Suasana di sekitar kampus masih mencekam. Warga dan mahasiswa menunggu dengan harap-harap cemas, berharap terobosan segera datang dan pelaku yang masih misterius ini segera terungkap identitasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar