Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan kesedihan dan keterkejutannya. Dia memastikan bantuan telah dikerahkan. "Petugas tanggap darurat ada di lapangan," tegas Albanese. "Mereka sedang bekerja keras menyelamatkan nyawa."
Dari jauh, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga angkat bicara. Ia menyatakan keterkejutannya dan mendesak Australia untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ini.
"Ini adalah hasil dari amukan anti-Semit di jalan-jalan Australia selama dua tahun terakhir," ujar Saar. "Seruan provokatif 'Globalisasikan Intifada' akhirnya terwujud nyata hari ini."
Komunitas Muslim Ikut Mengutuk
Di sisi lain, kecaman keras justru datang dari dalam negeri sendiri, tepatnya dari komunitas Muslim Australia. Mereka bersatu menyuarakan penolakan terhadap aksi kekerasan ini.
Dalam pernyataan bersama, Dewan Imam Nasional Australia, Dewan Imam NSW, dan perwakilan komunitas Muslim menegaskan, "Tindakan kekerasan dan kejahatan ini tidak punya tempat di masyarakat kita. Pelakunya harus bertanggung jawab penuh dan dihukum setimpal."
Pernyataan itu ditutup dengan ungkapan duka, "Hati, pikiran, dan doa kami menyertai para korban, keluarga mereka, serta semua yang menyaksikan atau terdampak serangan traumatis ini."
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran