Tragedi di Bondi: Sepuluh Nyawa Melayang dalam Serangan Saat Hanukkah

- Minggu, 14 Desember 2025 | 18:42 WIB
Tragedi di Bondi: Sepuluh Nyawa Melayang dalam Serangan Saat Hanukkah

Suasana perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk pada Minggu (14/12). Dentuman tembakan memecah kesantaian, mengubah tempat wisata ikonis itu menjadi lokasi tragedi yang memilukan. Pejabat Australia kemudian mengonfirmasi hal yang paling ditakuti: sepuluh nyawa melayang dalam insiden berdarah itu.

Polisi New South Wales bergerak cepat. Dua pelaku berhasil diamankan, meski dengan akhir yang berbeda. Satu tersangka dilaporkan tewas, sementara yang lainnya dalam kondisi kritis. Korban jiwa bukan satu-satunya duka. Sebelas orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anggota polisi. Mereka semua sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sepuluh Menit yang Mencekam

Menurut sejumlah saksi, kekacauan itu berlangsung singkat namun terasa sangat panjang, sekitar sepuluh menit. Pengunjung pantai yang tadinya berjemur atau bersantai, langsung berhamburan panik. Mereka mencari perlindungan ke jalan-jalan dan taman di sekitarnya.

Marcus, seorang saksi yang enggan menyebut nama lengkapnya, menggambarkan momen itu dengan jelas. "Saya baru aja bersiap pulang," katanya. "Sedang masukkan barang ke tas, ambil sandal jepit, mau naik bus. Tiba-tiba saya dengar suara tembakan."

Rasa panik langsung menyergap. Marcus meninggalkan semua barang bawaannya dan lari menyelamatkan diri. "Saya pasti mendengar sekitar 40 atau 50 tembakan," ujarnya, masih terdengar syok.

Tanggapan dari Pemerintah Australia hingga Israel

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan kesedihan dan keterkejutannya. Dia memastikan bantuan telah dikerahkan. "Petugas tanggap darurat ada di lapangan," tegas Albanese. "Mereka sedang bekerja keras menyelamatkan nyawa."

Dari jauh, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga angkat bicara. Ia menyatakan keterkejutannya dan mendesak Australia untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

"Ini adalah hasil dari amukan anti-Semit di jalan-jalan Australia selama dua tahun terakhir," ujar Saar. "Seruan provokatif 'Globalisasikan Intifada' akhirnya terwujud nyata hari ini."

Komunitas Muslim Ikut Mengutuk

Di sisi lain, kecaman keras justru datang dari dalam negeri sendiri, tepatnya dari komunitas Muslim Australia. Mereka bersatu menyuarakan penolakan terhadap aksi kekerasan ini.

Dalam pernyataan bersama, Dewan Imam Nasional Australia, Dewan Imam NSW, dan perwakilan komunitas Muslim menegaskan, "Tindakan kekerasan dan kejahatan ini tidak punya tempat di masyarakat kita. Pelakunya harus bertanggung jawab penuh dan dihukum setimpal."

Pernyataan itu ditutup dengan ungkapan duka, "Hati, pikiran, dan doa kami menyertai para korban, keluarga mereka, serta semua yang menyaksikan atau terdampak serangan traumatis ini."

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar