Menurut sejumlah saksi, suasana hari itu terasa hangat dan cair. Para pemusik, dengan latar belakang yang beragam, terlihat begitu larut dalam performa mereka. Mulai dari irama tradisional hingga nada-nada kontemporer, semua berbaur.
Di sisi lain, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan satu arah. Lebih dari itu, ia berhasil menciptakan sebuah interaksi. Sebuah kebersamaan yang inklusif di antara para pelaku seni dan juga masyarakat yang kebetulan melintas. Mereka bergerak dalam satu ruang kreatif yang sama, saling menyapa lewat bunyi.
Singkatnya, pagi itu CFD bukan cuma tentang olahraga atau jajan. Tapi juga tentang denyut seni kota yang hidup dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai