Menurut sejumlah saksi, suasana hari itu terasa hangat dan cair. Para pemusik, dengan latar belakang yang beragam, terlihat begitu larut dalam performa mereka. Mulai dari irama tradisional hingga nada-nada kontemporer, semua berbaur.
Di sisi lain, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan satu arah. Lebih dari itu, ia berhasil menciptakan sebuah interaksi. Sebuah kebersamaan yang inklusif di antara para pelaku seni dan juga masyarakat yang kebetulan melintas. Mereka bergerak dalam satu ruang kreatif yang sama, saling menyapa lewat bunyi.
Singkatnya, pagi itu CFD bukan cuma tentang olahraga atau jajan. Tapi juga tentang denyut seni kota yang hidup dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Di Balik Sorak-Sorai Akhir Tahun: Saatnya Menyepi dan Merapikan Batin
Gempa Dangkal Guncang Bandung dan Sumedang Pagi Ini
Andi Azwan Klaim Rekaman Rahasia Ungkap Eggi Sudjana Minta Maaf ke Jokowi
Ketika Anak Tak Merasa Diterima: Luka Batin yang Tumbuh dalam Diam