Ia lantas memaparkan potensi besar yang ditawarkan AI.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. C. H. Sofian Sauri, M.Pd., dosen IAT UIKA Bogor. Tema yang diangkat adalah “Al-Qur'an dan Masa Depan Peradaban: Membaca Teknologi Modern dari Wahyu 1400 Tahun Lalu”.
Poin penting dari paparannya adalah bahwa akal manusia tak mungkin tergantikan oleh mesin. Manusia dikaruniai akal, hati, dan ruh yang tak dimiliki teknologi apa pun. Karena itulah, pemanfaatan AI harus selalu dikendalikan oleh hati nurani dan nilai-nilai Islam agar tidak melenceng dari norma yang berlaku.
Adapun pemateri kedua, M. Fuad Abdullah, M.Pd. dari Institut Muslim Cendekia, membawakan tema “Al-Qur'an, AI dan Personal Branding: Membangun Identitas Dakwah di Ruang Digital”.
Menurutnya, dakwah digital tetaplah harus berlandaskan pada Al-Qur'an, keilmuan, dan akhlak seorang da'i. Teknologi hanyalah sarana penunjang untuk meningkatkan efektivitas dan memperkuat personal branding secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, seminar semacam ini diharapkan bisa membuka wawasan dan literasi generasi muda. Tujuannya jelas: meningkatkan visibilitas dakwah. Dengan memanfaatkan platform seperti media sosial, YouTube, atau podcast, batas geografis dan waktu bisa ditembus. Pesan dakwah pun bisa sampai ke audiens yang lebih luas, termasuk generasi milenial dan Gen Alpha.
Tak kalah penting, ini semua juga untuk membangun citra yang positif serta kredibel. Strategi personal branding dan branding institusi dakwah yang profesional mutlak diperlukan agar bisa dipercaya di mata masyarakat digital yang kian kritis.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions