Prabowo Tinjau Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera, Akses Jalan Mulai Dibuka

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:42 WIB
Prabowo Tinjau Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera, Akses Jalan Mulai Dibuka

Longsor dan banjir di Sumatera masih menyisakan masalah serius: akses jalan terputus di beberapa titik. Tapi, upaya untuk membukanya kembali terus digenjot. Pekerjaan itu tak mudah, mengingat medan dan cuaca yang masih tak menentu.

Presiden Prabowo Subianto baru saja menghabiskan dua hari untuk blusukan ke daerah-daerah yang paling parah terdampak. Dari kunjungan itu, terungkap satu wilayah yang kondisinya cukup memprihatinkan.

"Di wilayah yang paling terisolasi, seperti Takengon, kami bekerja keras terus untuk membuka akses jalan,"

kata Prabowo di Medan, Sabtu lalu. Ia sendiri sudah menyambangi Takengon di Aceh Tengah itu, melihat langsung bagaimana kawasan itu terputus dari lalu lintas.

Namun begitu, kabar baik juga datang dari tempat lain. Pemulihan ternyata menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Ambil contoh di Bener Meriah.

"Di Bener Meriah, jembatan sudah berfungsi. Kemarin saya juga dari Takengon ke Bener Meriah, jembatannya sudah bisa dilalui,"

ujarnya. Ia tampak lega dengan perkembangan ini.

Tak hanya di sana, kondisi di Aceh Tamiang juga mulai membaik. Akses jalan yang sebelumnya macet total, perlahan mulai tembus. Prabowo tak lupa mengapresiasi jerih payah para petugas di lapangan.

"Aceh Tamiang juga saya kunjungi. Akses ke Tamiang sudah tembus. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas. Pekerjaan mereka luar biasa,"

sambungnya. Rasa terima kasih itu ia sampaikan langsung, mengakui betapa beratnya pekerjaan di tengah kondisi alam yang masih labil.

Pengungsian Terkendali

Selain soal infrastruktur jalan, perhatian juga tertuju pada lokasi pengungsian. Bagaimana kondisi di sana? Menurut penuturan Prabowo, situasinya relatif bisa dikendalikan.

"Ya, saya melihat keadaan relatif terkendali. Saya terus melakukan pengecekan. Memang di sana-sini masih ada kondisi alam dan kondisi fisik yang menyebabkan sedikit keterlambatan, tetapi secara umum saya cek langsung ke tempat-tempat pengungsian,"

ucapnya menjelaskan.

Ia pun menambahkan,

"Kondisi para pengungsi baik. Pelayanan terhadap mereka juga baik. Pasokan pangan cukup."

Kata-kata terakhir itu setidaknya bisa memberi sedikit ketenangan, meski pekerjaan membenahi daerah yang luluh lantak masih sangat panjang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar