Di hadapan para santri, pesannya lebih spesifik lagi. Ia mengajak mereka menggali dan memegang teguh ajaran agama tentang adab menjaga lingkungan. Bahasanya pun sesekali menyelipkan dialek khas Surabaya untuk lebih akrab.
“Anak-anakku para santri, kalian harus mengerti betul doktrin dan ajaran agama kita untuk tidak pernah abai, tidak pernah ndlewer (abai) bahasa Suroboyoan iku ndlewer, terhadap kewajiban menjaga lingkungan, ndlewer menjaga sekitar kita untuk membawa keselamatan buat kita sendiri, buat seluruh umat generasi-generasi yang akan datang,” tuturnya.
Ia mengakhiri dengan mengutip sebuah ayat. Sebuah doktrin yang menurutnya bukan cuma untuk dirasakan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Dhaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidin nas menjadi doktrin yang sehari-hari kita rasakan, tetapi harus juga kita implementasikan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Macet Ekstrem Gilimanuk, Pemudik Diturunkan Paksa di Tengah Jalan
KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya
BMKG Prakirakan Makassar Mendung Sepanjang Hari, Waspada Hujan Ringan Dini Hari
Wakapolri: Sosialisasi Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026 Diberikan 2-3 Jam Sebelum Diterapkan