Sudah empat hari pertempuran berkecamuk. Perbatasan Thailand-Kamboja yang membentang sepanjang 817 kilometer itu, Rabu kemarin, kembali memanas dengan laporan baku tembak di lebih dari selusin titik. Suara dentuman artileri seakan tak mau berhenti.
Gelombang kekerasan terbaru ini rupanya menarik perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia dengan percaya diri menyatakan akan menelepon kedua pemimpin negara. Trump yakin bisa mengulang sukses, menghentikan lagi konflik antara dua tetangga ASEAN ini.
"Saya rasa saya dapat menghentikan mereka bertempur. Saya dijadwalkan untuk berbicara dengan mereka besok,"
kata Trump kemarin, seperti dilansir Reuters. Rencananya, pertemuan itu akan digelar hari ini, Kamis.
Ini jadi ironi yang pahit. Sebab, sebenarnya Thailand dan Kamboja sudah sepakat gencatan senjata. Oktober lalu, di Kuala Lumpur, Trump sendiri bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan penandatanganannya. Tapi nyatanya, kesepakatan itu rapuh. Sangat rapuh.
Artikel Terkait
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air
Berbuka Puasa di Denpasar Hari Ini Pukul 18.36 WITA
Bamsoet Ingatkan Wacana KPU sebagai Pilar Keempat Perlu Kajian Mendalam