Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK Usai OTT Kasus Suap Proyek

- Rabu, 10 Desember 2025 | 20:36 WIB
Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK Usai OTT Kasus Suap Proyek

Jakarta Selatan, Rabu malam itu, Gedung Merah Putih KPK kembali menjadi sorotan. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, tiba di sana sekitar pukul 20.15 WIB. Kedatangannya ini bukan kunjungan biasa. Ardito disebut-sebut masuk dalam daftar pihak yang terjaring operasi tangkap tangan lembaga antirasuah itu.

Penampilannya cukup mencolok. Ia mengenakan jaket loreng berwarna biru, kepalanya tertutup topi putih. Dengan tangan kiri ia membawa tas jinjing, sementara tangan kanannya menarik sebuah koper berwarna biru. Langkahnya terlihat tenang meski dikepung sorotan kamera.

“Alhamdulillah sehat,” ujar Ardito singkat saat disapa.

Ada kabar yang beredar bahwa dia sempat menghilang. Menanggapi hal itu, Ardito membantah. Menurutnya, dia hanya berada di rumah selama ini.

“Di rumah aja,” katanya.

Setelah percakapan singkat itu, dia pun segera digiring masuk ke ruang pemeriksaan. Hingga saat itu, KPK sendiri belum memberikan penjelasan detail soal kasus apa yang menjeratnya.

Namun begitu, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memberikan sedikit petunjuk.

“Suap proyek,” jelas Fitroh saat dikonfirmasi mengenai perkara OTT tersebut.

Seperti prosedur standar, KPK punya waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menentukan status resmi Ardito dan pihak lain yang diamankan. Malam itu, proses pemeriksaan masih berlangsung.

Ardito Wijaya sendiri baru saja terpilih sebagai Bupati Lampung Tengah untuk periode 2025-2030. Dia maju berpasangan dengan I Komang Suheri, diusung oleh PDIP. Sebelumnya, dia menduduki kursi Wakil Bupati mendampingi Musa Ahmad dari 2021 hingga 2025.

Latar belakang politiknya cukup berliku. Awalnya, Ardito dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Belakangan, beredar isu kuat bahwa dia akan merapat ke Partai Golkar. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi perpindahan itu. Perjalanan politiknya kini terhenti sejenak, setidaknya untuk malam ini di Gedung Merah Putih.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar