Nah, poin ketujuh ini yang bikin merinding: kombinasi dari semua poin di atas. Praktiknya seperti paket komplit untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Melihat kompleksnya modus ini, wajar jika kemudian muncul komentar pedas. Muhammad Said Didu, yang juga menyoroti hal ini, menyebut bahwa angka Rp 13.000 triliun itu rasional dan masuk akal. Alasannya sederhana sekaligus mengerikan: hampir semua perusahaan tambang diduga terlibat dalam "ilegal mining" dengan berbagai bentuk tadi.
"Hampir semua perusahaan penambangan melakukan 'ilegal mining' sehingga angka yang dikemukakan oleh Pak Menhan rasional dan masuk akal,"
tulis Didu dalam sebuah cuitan yang memviralkan pernyataan Sjafrie tersebut.
Jadi, ini bukan sekadar isu pinggiran. Angka triliunan itu adalah gambaran nyata betapa bocornya lumbung sumber daya kita. Sebuah narasi panjang yang, sayangnya, masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Jalan Kabupaten Lumpuh, Belasan Motor Mogok Diterjang Banjir di Indramayu
Chiki Fawzi Dapat Closure dari Kemenhaj, Ini Alasan Pencopotannya
Polri Serap Aspirasi Publik untuk Transformasi Layanan
Malam Larut di Bandung, dan Kenangan yang Tak Kunjung Pergi