Di sisi lain, meski tambang di Gandatapa disebutkan memiliki izin, Mahendra mengakui ada masalah dalam teknik penambangannya. Masalah keamanan, terutama untuk para pekerjanya.
"Kita temukan teknik penambangannya tidak baik. Bukan mengancam masyarakat, tapi pekerjanya," sebut dia.
Kondisi lereng yang terlalu tinggi dan terjal dinilai sangat berbahaya. "Jadi nanti kalau lereng di atasnya runtuh, pekerja di bawahnya bisa terkena dampaknya." Pihaknya berencana memberikan teguran agar lokasi ditata ulang dengan lebih aman.
Terlepas dari itu, Mahendra berusaha menenangkan. Ia memastikan skala tambang di wilayah Banyumas ini relatif kecil dan jauh dari potensi bencana besar.
"Luas izin tambang paling 5 hektare, bukaan aktif baru sekitar 2 hektare," katanya. "Untuk sampai menyebabkan longsor seperti di Sumatera itu masih jauh."
Jadi, ada dua cerita yang bertemu: satu foto lama yang disalahartikan, dan satu lokasi tambang resmi yang perlu pengawasan ketat. Keduanya sama-sama menyita perhatian, tapi dengan konteks yang sangat berbeda.
Artikel Terkait
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah