Jawabannya sederhana: efisiensi dan data yang akurat. Ambil contoh perusahaan sawit besar. Dengan drone, mereka bisa tahu persis waktu panen untuk setiap sektor kebun mana yang harus dipanen bulan ini, mana yang bulan depan. Teknologi ini juga membantu memantau usia dan produktivitas tanaman, menentukan area mana yang sudah perlu diremajakan. Singkatnya, informasi detail yang mustahil didapat dengan survei darat biasa.
Di Indonesia, peran drone jadi krusial. Negeri ini adalah produsen sawit nomor satu di dunia. Luas lahannya sangat masif. Mustahil mengumpulkan data secara manual. Maka, pengamatan dari udara lewat drone menjadi solusi yang tak tergantikan.
"
Dari sini, muncul satu poin yang patut dicermati: operator drone tentu menyimpan semua data yang mereka kumpulkan dari setiap klien perkebunan. Itu adalah aset berharga.
Di tengah nestapa ini, kita hanya bisa berharap insiden ini murni sebuah kecelakaan yang menyedihkan. Semoga benar demikian.
Innalillahi wainnailaihi rojiun.
Allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihim wa'fuanhum.
Untuk keluarga korban, semoga diberikan ketabahan, kelapangan rezeki, dan keimanan yang kuat. Aamiin.
Artikel Terkait
Kuba Gelar Latihan Militer, Siap Hadapi Ancaman AS
Sawah Berbisik Data: Ketika Petani dan AI Menyulam Masa Depan Pangan
Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Bertugas di Cisarua
Gelombang Pelapor WNI Korban Sindikat Kamboja Mulai Mereda