“Tolong juga dipikirkan bahwa sekarang ini pekerjaan itu bukan hanya bersifat formal seperti itu,” tambah Tri.
“Informal pun jauh bisa lebih sukses daripada yang formal. Jadi buka wawasan kepada keluarga kita bahwa pendidikan itu tidak hanya perlu untuk bekerja formal, tapi informal terbuka.”
Di sisi lain, ia tak melupakan peran perempuan sebagai individu yang aktif berkarier atau berorganisasi. Ini bagian dari aktualisasi diri. Tapi ia mengingatkan, kunci utamanya adalah mengatur prioritas. Keseimbangan antara tuntutan kerja dan keluarga harus dijaga.
“Yakin bahwa dengan ritme pekerjaan yang akhirnya bisa beradaptasi dengan keluarga, para suami pun bisa mengerti dan anak-anak juga bisa di-manage,” ujarnya meyakinkan.
“Apalagi sekarang alat komunikasi sudah baik sehingga bisa berkomunikasi melalui alat komunikasi.”
Di penghujung sambutannya, Tri berharap DWP Kemendagri tetap fokus pada kontribusi nyata untuk kesejahteraan keluarga ASN. Ia mendorong kolaborasi dan kegiatan yang benar-benar sejalan dengan visi organisasi termasuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
“Jangan sampai fungsinya yaitu menyejahterakan anggota keluarga ASN, tapi kita melaksanakan kegiatan yang tidak ada hubungannya,” tandasnya tegas.
“Saya ingin sekali bahwa walaupun sedikit, walaupun tidak banyak, bahwa kita bisa berguna untuk anggota ASN.”
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai