Video Viral: Pria Berbendera Bulan Sabit Klaim Perintah Gubernur untuk Minta Bantuan di Laut

- Selasa, 09 Desember 2025 | 22:42 WIB
Video Viral: Pria Berbendera Bulan Sabit Klaim Perintah Gubernur untuk Minta Bantuan di Laut

Sejak Senin pagi (8/12), jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video berdurasi hampir dua setengah menit. Rekaman itu menunjukkan sekelompok pria mendekati sebuah kapal pengangkut bantuan yang sedang dalam perjalanan ke Langsa. Mereka terlihat meminta-minta jatah bantuan di tengah lautan.

Yang menarik perhatian adalah penampilan salah satu pria tersebut. Ia mengenakan seragam loreng dan baret berwarna merah. Di lengannya, terpasang jelas sebuah bendera dengan latar merah dan simbol bulan sabit serta bintang.

Dengan menggunakan kapal kayu, pria itu merapat dan naik ke kapal pembawa bantuan. Begitu menginjakkan kaki, ia langsung menyatakan bahwa aksinya ini dilakukan atas 'Perintah Staf Khusus Gubernur'. "Saya sedang menjalankan tugas," begitu kira-kira pengakuannya.

Namun begitu, klaimnya itu langsung mendapat respons dari seorang pria berseragam TNI yang ada di dalam kapal. Alih-alih menuruti permintaan, anggota TNI itu justru menyarankan agar si pria loreng menghubungi langsung sang Gubernur.

“Coba abang telepon Bapak Gubernur aja,” ujar pria berseragam TNI itu, terdengar jelas dalam video.

Menanggapi viralnya kejadian ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyatakan kebingungannya. Saat ditemui di Lanud Sultan Iskandar Muda pada hari yang sama, ia mengaku sama sekali belum menerima laporan apapun terkait insiden tersebut.

“Saya tidak mendapat informasi. Kalau ada yang jelas kita tindak, tapi sadar lah. Supaya bantuan tepat sasaran. Jangan buat panik, itu meresahkan masyarakat juga,” tegas Mualem.

Di sisi lain, Gubernur Mualem menekankan betapa pentingnya ketertiban dalam proses distribusi bantuan. Menurutnya, semua harus sesuai data penerima yang ada. Ia pun mengimbau semua pihak, agar tidak memanfaatkan situasi darurat ini hanya untuk kepentingan kelompok tertentu saja. Situasi sudah sulit, jangan sampai diperkeruh dengan aksi-aksi yang justru membuat masyarakat resah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar