Demo Meksiko Ricuh: Bendera One Piece Jadi Simbol Protes Anti Kekerasan
Unjuk rasa besar-besaran di Meksiko berubah menjadi kericuhan setelah massa melakukan aksi protes mengecam eskalasi kekerasan menyusul tragedi pembunuhan wali kota anti-kejahatan. Aksi unjuk rasa ini menarik perhatian dunia setelah para demonstran mengibarkan bendera anime One Piece di lokasi kejadian.
Penghormatan untuk Wali Kota Carlos Manzo
Ribuan peserta demonstrasi membawa spanduk dan atribut penghormatan untuk mendiang Carlos Manzo, Wali Kota Uruapan dari negara bagian Michoacan yang tewas dibunuh pada tanggal 1 November. Manzo dikenal karena kepemimpinannya dalam memerangi geng narkoba yang beroperasi di wilayahnya.
Spanduk bertuliskan "Kita semua Carlos Manzo" terlihat dibentangkan massa, disertai dengan bendera karakteristik dari serial manga Jepang One Piece. Bendera ini telah berkembang menjadi simbol perlawanan kaum muda di berbagai belahan dunia, termasuk dalam unjuk rasa di Madagaskar, Filipina, dan Peru.
Konfrontasi dengan Pasukan Keamanan
Suasana demonstrasi berubah memanas ketika para pengunjuk rasa meneriakkan kritik kepada aparat keamanan. "Seharusnya kalian melindungi Carlos Manzo seperti ini!" teriak massa, yang kemudian direspons pasukan keamanan dengan penggunaan alat pemadam api dan gas air mata.
Massa dalam jumlah besar berkumpul di Zocalo, alun-alun utama bersejarah di ibu kota Meksiko. Aksi ini diinisiasi oleh generasi muda Meksiko yang terinspirasi oleh gelombang protes Generasi Z global dan didukung oleh "Gerakan Sombrero" dalam negeri.
Kerusuhan di Depan Istana Nasional
Menurut pengamatan di lokasi, peserta demonstrasi dari berbagai usia berkumpul di depan Istana Nasional, kompleks tempat tinggal dan kerja Presiden Claudia Sheinbaum. Beberapa pengunjuk rasa yang mengenakan penutup wajah merobohkan pembatas logam pelindung istana dan melemparkan batu paving ke arah polisi anti-huru hara.
Pihak berwenang melalui Kepala Keamanan Kota Meksiko, Pablo Vazquez, menyatakan bahwa aksi awalnya berlangsung damai sebelum sekelompok orang berkerudung memicu kekerasan. Insiden ini mengakibatkan dua puluh pengunjuk rasa dan seratus polisi mengalami luka-luka, dengan empat puluh petugas menjalani perawatan rumah sakit akibat cedera dan memar.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut
Ole Romeny Dinobatkan sebagai Pemain Terusung Usai Gol Tunggal Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
Kebakaran Hanguskan Satu Dermaga dan Lima Speed Boat di Kayong Utara, Penyebab Masih Diselidiki
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah dan Cadangan Devisa Terus Tertekan