Rapat Pleno PBNU Digelar, Supremasi Syuriyah Ditegaskan Kembali

- Selasa, 09 Desember 2025 | 21:42 WIB
Rapat Pleno PBNU Digelar, Supremasi Syuriyah Ditegaskan Kembali

Di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, suasana Selasa malam itu cukup berbeda. Para tokoh Nahdlatul Ulama berkumpul untuk sebuah agenda penting. Rapat Pleno Penentuan Penjabat Ketua Umum PBNU resmi dibuka oleh Rais Aam, KH Miftachul Akhyar.

Dalam sambutannya, Kiai Miftachul menegaskan bahwa malam ini adalah sebuah langkah krusial. Rapat Pleno ini, katanya, merupakan proses yang harus ditempuh untuk satu tujuan utama: mengembalikan dan mengukuhkan supremasi Syuriyah di tubuh PBNU.

"Alhamdulillah malam ini sebagaimana kita maklumi, adalah malam rapat Pleno sebagai proses-proses yang harus kita lewati," ujar Kiai Miftachul memulai.

"Untuk bagaimana kita sebagaimana awal kita sampaikan, bahwa Syuriyah adalah merupakan owner daripada Nahdlatul Ulama. Periode ini menjadi sebuah tekad bersama untuk menguatkan supremasi daripada Syuriyah."

Penekanannya jelas. Menurut pengalamannya, di periode-periode lalu, posisi Syuriyah kerap tak terlalu kokoh. Ia bahkan menyebut dengan gamblang, terutama di Jawa Timur, Syuriyah sering kali terpengaruh oleh keputusan-keputusan dari jajaran Tanfidziyah.

"Yang mana pada periode-periode sebelumnya yang saya ketahui di Jawa Timur biasanya Syuriyah ini sering dimbujuki Tanfidizyah, ini pengalaman saya di Jawa Timur. Syuriyah selalu dimbujuki (dipengaruhi) Tanfidizyah," tuturnya blak-blakan.

Namun begitu, situasi itu hendak diubah. Kiai Miftachul bersikeras bahwa penguatan supremasi Syuriyah adalah harga mati. Meski ia mengakui, langkah ini mungkin tak sepenuhnya disambut baik. Masih ada saja kemungkinan keberatan dari kalangan Tanfidziyah sendiri.

"Jadi penguatan dan menjaga supremasi Syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Walaupun mungkin masih ada keberatan-keberatan dari para penikmat-penikmat dari Tanfidizyah ini," tandasnya.

Rapat penting itu dihadiri oleh hampir semua pucuk pimpinan organisasi. Tampak duduk hadir Wakil Rais Aam Afifuddin Muhadjir dan Anwar Iskandar, Rais Syuriyah Cholil Nafis, serta Ketua PBNU Fahrur Razi. Tak ketinggalan, Waketum Zulfa Mustofa, Sekjen Saifullah Yusuf, Bendahara Gudfan Arif, dan Khofifah Indar Parawansa yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU juga hadir.

Lantas, apa yang mendasari pertemuan mendadak ini? Latar belakangnya adalah pemberhentian Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum PBNU oleh Syuriah. Rapat Pleno digelar untuk satu tugas utama: memilih Penjabat Ketua Umum yang baru, mengisi kekosongan posisi strategis tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar