Gus Ipul Pasrahkan Penetapan PJ PBNU Sepenuhnya ke Para Kiai

- Selasa, 09 Desember 2025 | 21:36 WIB
Gus Ipul Pasrahkan Penetapan PJ PBNU Sepenuhnya ke Para Kiai

Di tengah hiruk-pikuk dinamika internal yang sedang berlangsung, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memilih untuk bersikap tenang. Ia menegaskan, soal penetapan penjabat (PJ) dalam rapat pleno PBNU, semuanya diserahkan sepenuhnya kepada para kiai. Gus Ipul mengaku tak ingin terjebak dalam spekulasi atau polemik yang tak perlu.

“Soal rapat pleno PBNU, sudah kita serahkan. Saya terus terang enggak banyak yang bisa saya sampaikan,” ujarnya.

“Intinya saya serahkan ke kiai-kiai.”

Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa lalu. Bagi Gus Ipul, posisi jabatan bukanlah hal yang dipersoalkan. “Buat saya sih posisi di mana itu enggak ada masalah,” katanya santai.

Ketika ditanya kemungkinan namanya muncul dalam bursa calon, Gus Ipul langsung menampik. “Oh enggak, kalau saya sudah pasti enggak,” ucapnya sambil tertawa. “Jangan berspekulasi.”

Ia bahkan dengan gamblang menyebut dirinya merasa tidak pantas. “Kan sudah bilang enggak pantas, bukan potongannya,” tegasnya.

Gus Ipul kembali menekankan, semua keputusan ada di tangan para kiai. Ia tak mau berpolemik, apalagi berspekulasi. Lalu, apakah dia akan hadir dalam rapat pleno nanti? “Sudah, nanti kita lihat,” pungkasnya singkat, mengakhiri percakapan.

Keputusan Syuriah Dianggap Final

Di sisi lain, PBNU sendiri telah mengambil sikap yang jelas terkait dinamika kepemimpinan ini. Melalui Ketua Bidang Pendidikan, Moh. Mukri, organisasi itu menegaskan posisinya.

Mukri menyatakan, keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum adalah final dan mengikat. Rapat pleno yang digelar malam itu merupakan langkah lanjutan untuk menata proses organisasi, sesuai amanat yang diberikan Syuriah.

“Salah satu agenda pleno kali ini adalah penetapan Pj Ketua Umum PBNU pengganti Gus Yahya,” jelas Mukri, seperti dikutip dari Antara.

Jadi, meski Gus Ipul memilih untuk rendah hati dan menjauh dari perbincangan, roda organisasi terus berputar. Semua kini menunggu keputusan para kiai dalam rapat yang menentukan itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar