Tim Advokasi Tepis Klaim Refly Harun Soal Petrus Selestinus

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:25 WIB
Tim Advokasi Tepis Klaim Refly Harun Soal Petrus Selestinus

Tim Advokasi Bantah Klaim Refly Harun Soal Petrus Selestinus

Suasana tebak-tebakan di kalangan advokat yang membela Roy Suryo dan sejumlah akademisi akhirnya mendapat jawaban. Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis secara resmi membantah klaim Refly Harun. Bantahan ini muncul setelah Refly, lewat konferensi pers di kanal YouTube-nya pada Selasa (9/12), mengaku membentuk tim hukum baru. Dalam pengumumannya, ia menyertakan nama advokat senior Petrus Selestinus sebagai anggota.

Namun begitu, klaim itu langsung dipatahkan. Tim Advokasi yang sudah berdiri sejak 30 April 2025 di Gedung Juang Jakarta dan diisi lebih dari 60 advokat menyatakan Refly bertindak sepihak. Mereka menilai pernyataan itu menyesatkan publik.

“Saudara Refly Harun telah lancang mengklaim Rekan Petrus Selestinus sebagai anggota tim hukum baru bentukan Refly Harun. Tindakan ini merupakan kebohongan publik dan melanggar kode etik advokat,”

begitu bunyi tegas pernyataan resmi Tim Advokasi, Selasa kemarin.

Di sisi lain, tim ini juga memastikan tidak ada hubungan sama sekali dengan kelompok Refly. Mereka pun tak mau ikut bertanggung jawab atas segala manuver hukum atau politik yang dilakukan Refly Harun.

Langkahnya tak berhenti di situ. Tim Advokasi mengambil sikap tegas terhadap anggota yang disebut "membelot" ke kubu Refly. Mereka yang pindah secara otomatis dicoret dari keanggotaan dan tak lagi berhak atas nama Tim Advokasi.

“Kami tetap solid dan tidak akan bernegosiasi apalagi berdamai dengan kebohongan, kepalsuan, ketidakjujuran, dan pengkhianatan. Segala bentuk negosiasi dengan ijazah palsu adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat Indonesia,”

tulis pernyataan yang ditandatangani Petrus Selestinus sebagai Koordinator Litigasi dan Ahmad Khozinudin selaku Koordinator Non Litigasi itu.

Dengan bantahan keras ini, dinamika internal para pembela Roy Suryo pun kian menarik perhatian. Klaim-klaim sepihak seperti ini bukan hanya berpotensi menyesatkan, tapi juga bisa memicu kegaduhan di ruang publik yang sudah cukup riuh. Situasinya jadi makin runyam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar